Rabu, 25 Juli 2018

Sukabumi - Puluhan warga di Desa Sukamanis dan Citamiang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jabar, mengalami keracunan. Mereka mual usai menyantap tutut atau keong sawah dari pedagang keliling.

Akibat peristiwa itu, satu orang warga dari Desa Citamiang meninggal dunia saat mendapat perawatan medis di RS Betha Medika, Cisaat. "Keracunan di dua desa, dari desa kami ada delapan orang, lima di antaranya sudah dibawa ke RS Betha Medika. Pemicunya gara-gara makan tutut dari pedagang keliling," kata Kades Sukamanis Ade Irawan kepada detikcommelalui sambungan telepon Selasa (24/7/2018).

Dia menjelaskan keracunan dirasakan warga pada Minggu (22/7) malam. Menurut pengakuan sejumlah saksi, sebelum merasakan gejala keracunan, siang harinya membeli dan mengonsumsi tutut.

"Pengakuan warga ada yang jualan dan warga pada beli, malamnya mulai pusing dan pada Senin (23/7) merasa mual dan sakit perut," ujar Ade.

Sementara itu, Kades Citamiang Ajang Sihabudin menyebut saat ini ada sekitar 17 orang warganya yang mengalami keracunan. Mayoritas mendapat perawatan di RS Betha Medika, Ajang juga membenarkan satu warganya meninggal akibat keracunan.

"Satu orang warga kami masih sekolah kelas 2 SMP meninggal dunia saat mendapat perawatan medis di rumah sakit, saat ini saya bersama muspika kecamatan sudah berada di rumah duka sambil memantau korban yang dirawat di rumah sakit," kata Ajang.

Kapolsek Kadudampit Iptu Sarmiyatiningsih mengaku belum bisa memberikan keterangan lengkap. Dihubungi terpisah, Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo membenarkan peristiwa itu.

"Ia betul sudah termonitor anggota sudah di lokasi, untuk info lengkapnya kami masih menunggu laporan," kata Sustyo.

Rabu, 18 Juli 2018

JAKARTA – Pengacara atau Penasehat hukum tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, kaget namanya disebut maju menjadi calon anggota legislatif atau caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Kapitra Ampera, pengacara atau penasehat hukum tokoh FPI Rizieq Shihab, malah balik bertanya ketika dikonfirmasi Tribunnews.com melalui saluran telepon terkait caleg PDIP ini, Selasa (17/7/2018).

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristianto mengungkapkan bahwa penasehat hukum atau pengacara tokoh FPI Rizieq Shihab maju sebagai caleg PDIP. Hal ini diungkapkan Hasto ketika ditemui di Kantor KPU RI, Selasa (17/7/2018).

“Nyaleg? Yang ngomong siapa?” tanya Kapitra ketika dihubungi Tribunnews.com.

“Saya belum pernah ketemu Hasto seumur hidup saya,” tegas Kapitra.

Ia pun kaget ketika disebut ‘nyaleg’ dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat (Sumbar).



“Apalagi Sumbar, gua binggung itu,” kata Kapitra.

Ia mengaku akan segera melakukan konferensi pers terkait kabar pencalegannya.

“Besok saya mau konferensi pers tentang itu,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapitra Ampera maju menjadi calon anggota legislatif dari PDIP.
Dia maju dari daerah pemilihan Sumatera Barat.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristianto mengungkapkan hal tersebut.


“Melihat aspirasi masyarakat termasuk di Sumbar,” kata Hasto, ditemui di kantor KPU RI, Selasa (17/7/2018). (ak.tribun)

Sabtu, 14 Juli 2018

SURABAYA – Dukungan untuk Profesor Yusril Ihza Mahendra untuk maju sebagai calon presiden 2019 kian tak terbendung. Beragam kelompok masyarakat dari berbagai daerah mendeklarasikan dukungan kepada pakar hukum tata negara sekaligus ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut.
Dukungan yang terbaru datang dari kelompok masyarakat nelayan di kawasan Surabaya barat. ”Kami warga nelayan di pantai barat Surabaya menginginkan pada Pilpres 2019 mendatang, Pak Yusril dicalonkan sebagai presiden,” ujar Nur Saekan, wakil dari kelompok nelayan, di kawasan Teluk Lamong, Surabaya, Surabaya (13/7/2018).
Menurut para nelayan, Yusril merupakan tokoh yang sarat dengan pengalaman serta mempunyai kompetensi dalam menata negara ke arah yang lebih baik. ”Profesor Yusril juga mempunyai keberpihakan yang jelas kepada rakyat kecil. Dulu pada saat Pak Yusril sebagai menteri hukum dan HAM tidak ada kesewenang-wenangan terhadap kami para nelayan,” ujarnya
”Kami bisa menangkap ikan dengan nyaman, aman, dan tidak ada gangguan dari para investor yang mau melahap lahan tangkapan kami,” imbuh Nur Saekan diiyakan oleh para nelayan lainnya.
Kondisi berbeda terjadi saat ini. Para nelayan menilai, hukum dipermainkan. Wilayah nelayan dihabiskan untuk reklamasi dan pelabuhan, sehingga para nelayan harus mencari ikan dengan jarak yang lebih jauh.
Para nelayan juga dibayang-bayangi oleh kriminalisasi yang berlebihan akibat kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang sewenang-wenang dan tidak pernah mau mendengarkan jeritan hati para nelayan.
”Semoga orang seperti Profesor Yusril bisa menjadi presiden 2019,” ujar Nur Saekan.(beng,ak)
sumber : Abadikini

Selasa, 10 Juli 2018

Las Vegas -Xavier Hunter adalah seorang pemburu hantu (ghost hunter). Ia mendengar tentang 'roh-roh'yang gelisah yang konon terjebak di terowongan gelap sebuah tambang tua.

Tambang tersebut juga terkenal sebagai lokasi para penyihir atau paranormal untuk berkumpul dan mempraktikkan keahlian mereka dalam ilmu hitam.

Di sana juga muncul legenda soal tommyknockers -- yang diyakini berasal dari suara ketukan yang terdengar sesaat sebelum tambang runtuh.

Tertarik dengan kisah-kisah horor di sana, suatu malam, Xavier pergi ke area tambang yang terletak 25 mil atau sekitar 40 kilometer di luar kota Las Vegas, Amerika Serikat. Ia membawa kamera dan mengajak seorang temannya, Kaytie.

Saat kedua pemburu hantu itu mulai menjelajah arena tambang, mereka mencium aroma tak sedap yang menyeruak. Baunya mirip daging busuk. Suara geraman aneh juga terdengar dari dalam terowongan.

Belum sempat masuk lebih jauh ke lubang tambang, Xavier dan Kaytie memutuskan untuk balik kanan. Mereka cepat-cepat menuju ke pintu tambang setelah mengaku menjumpai kelebatan bayangan misterius.

Belakangan, saat memeriksa rekaman, Xavier menjumpai penampakan 'sosok berkerudung' yang bersembunyi di kegelapan di belakang mereka.

Kehadirannya begitu 'jahat' sehingga Xavier merasa sakit, mual dan pusing.

"Aku tak takut memasuki tambang itu, justru penasaran untuk mengecek apakah legenda itu benar. Jadi kami masuk dengan pikiran terbuka dan tidak berharap untuk menemukan apapun," kata dia, seperti dikutip dari mirror.co.uk, Senin (9/7/2018).

Namun, mereka mengaku justru menjumpai penampakan misterius. "Kami tak langsung melihatnya, baru mengetahuinya setelah melihat rekaman video," kata dia.

Meski tak melihat dengan mata kepala sendiri, Xavier mengaku, pada saat bersamaan dengan kemunculan penampakan diduga hantu tersebut, ia merasa mual dan pusing. "Aku muntah dan merasa sangat pening," kata dia.

Pria itu menambahkan, Kaytie tak merekam adegan saat ia muntah-muntah. "Tepat sebelum sosok itu muncul, kami menemukan pakaian perempuan di dalam terowongan tambang. Mengapa sampai ada di sana dan siapa yang meletakannya?," kata Xavier.

Menurut warga setempat, tambang itu dikutuk dan dihantui oleh tommyknockers setelah sebuah terowongan runtuh di mana setidaknya satu penambang meninggal dunia. Konon, saat ini sekarang rohnya yang gelisah menghantui tambang.

Meski mengaku menangkap penampakan misterius yang membuatnya ngacir dari gua, Xavier memutuskan kembali ke tambang untuk mendapatkan bukti lebih lanjut dan mungkin menemukan 'tersangka' di balik mitos tommyknockers.
Presiden Cina, Xi Jinping saat berbicara di pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Lima, Peru, Sabtu (19/11). 

BEIJING -- Presiden Cina Xi Jinping mengatakan negaranya akan memberikan dana bantuan sebesar 15 juta dolar AS kepada Palestina. Hal tersebut ia sampaikan ketika berpidato dalam Pertemuan Tingkat Menteri ke-8 Forum Kerja Sama Cina-Negara Arab di Beijing, Selasa (10/7).

Pemberian bantuan sebesar 15 juta dolar AS untuk Palestina dibuat sebagai bagian dari rencana Cina memberikan pinjaman lebih dari 23 miliar dolar AS kepada negara-negara Arab. "Dana ini akan dialokasikan untuk proyek-proyek yang akan menghasilkan peluang kerja yang baik dan dampak sosial yang positif di negara-negara Arab yang memiliki kebutuhan rekonstruksi," kata Xi, dikutip laman The Times of Israel.
 
"Cina menyambut peluang untuk berpartisipasi dalam pengembangan pelabuhan dan pembangunan jaringan kereta api di negara-negara Arab sebagai bagian dari jaringan logistik yang menghubungkan Asia Tengah dengan Afrika Timur dan Samudra Hindia dengan Mediterania," ujar Xi menambahkan.

Xi mengatakan posisi negara-negara Arab yang berada di pusat rute Jalur Sutra pada masa lampau, telah membuat mereka menjadi mitra dalam usaha baru Cina. "Masyarakat Cina dan Arab, meskipun berjauhan dalam jarak, sedekat keluarga," ujarnya.
Oleh sebab itu, Xi berharap pertemuan dapat berakhir dengan kesepakatan mengenai kerja sama atas inisiatif tersebut. Menurut Xi, Cina juga telah menyediakan 151 juta dolar AS untuk negara-negara Arab dalam rangka pembangunan kapasitas untuk pemeliharaan stabilitas. Selain itu, akan disiapkan pula dana sebesar 91 juta dolar AS untuk bantuan kemanusiaan bagi Suriah, Yaman, Yordania, dan Lebanon.

Sejak menjabat sebagai presiden, Xi telah mengawasi langsung upaya perluasan pengaruh Cina di Timur Tengah dan Afrika. Pengaruh ditancapkan melalui arus investasi dan pinjaman dana dalam skala besar. Hal tersebut memicu kekhawatiran, terutama bagi negara-negara yang dinilai tak akan sanggup melunasi pinjaman Cina.

Tahun lalu, Sri Lanka terpaksa menyerahkan mayoritas kendali pelabuhan Hambantota ke Cina. Hal itu terjadi setelah Sri Lanka tak dapat membayar pinjaman yang diberikan oleh Negeri Tirai Bambu tersebut.

Rabu, 04 Juli 2018

Jakarta – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, fenomena kemenangan kotak suara kosong pada pilkada Kota Makassar harus menjadi eveluasi bagi elite dan partai politik. “Ini mestinya jadi tamparan keras bagi partai politik dan elite untuk berbenah,” kata Titi kepada Tempo, Ahad, 1 Juli 2018.
Menurut Titi, kejutan kemenangan kotak kosong pada pilkada bercalon tunggal di Kota Makassar mengindikasikan bahwa pemilih mulai mampu melakukan konsolidasi diri untuk melawan oligarki elite partai politik yang memaksakan pengusungan calon tunggal. “Ini jadi pembelajaran dan evaluasi bagi parpol agar tidak menyepelekan aspirasi dan kehendak politik rakyat,” katanya.
Dalam catatan Perludem, penyelenggaraan pilkada bercalon tunggal terus meningkat tiap tahunnya. Misalnya, Titi menyebutkan pada 2015 ada 3 daerah yang memiliki calon tunggal, pada 2017 ada 9 daerah, dan pilkada 2018 ada 16 daerah. Selama ini, kata Titi, keberadaan calon tunggal dianggap oleh partai politik sebagai tiket yang mudah dalam meraih kemenangan, dengan menghindari kompetisi antarpasangan calon.
Dengan kemenangan kotak kosong di Kota Makassar, Titi mengatakan bahwa ternyata rakyat tidak bisa dipaksa memiliki logika yang sama dengan partai. “Sehingga kalau selama ini dianggap pemilih itu bodoh, tidak mengerti, ternyata Makassar membalikan logika-logika itu,” kata dia.
Pilkada Wali Kota Makassar hanya diikuti pasangan calon tunggal, yakni Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi. Namun, pasangan ini justru kalah dengan kolom kotak kosong saat Pilkada yang digelar pada Rabu, 27 Juni 2018.
Pemilihan Wali Kota Makassar awalnya diikuti dua pasangan calon, yakni, Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto-Indira Mulyasari dan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika. Belakangan, KPU Makassar mencoret Danny Pomanto dan pasangannya tersandung kasus hukum. Sebelum dicoret, pasangan Danny-Indira akan maju dari jalur independen. Sementara pasangan Munafri-Andi diusung koalisi gemuk 10 partai politik NasDem, Golkar, PAN, Hanura, PPP, PDI-P, Gerindra, PKS, PKPI, dan PBB.
Sejumlah quick count lembaga survei menempatkan suara kolom kosong unggul dengan perolehan 53 persen di Pilwakot Makassar. Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, tidak ada yang aneh dengan fenomena menangnya kotak kosong. “Semua ini kan bisa terjadi karena MK membuka peluang jika Pemilu bisa dilakukan walaupun hanya ada calon tunggal,” ujar Arief Budiman, pada Sabtu, 30 Juni 2018.
Sumber: Baca sumberi
Pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia tidak mungkin lebih dari 6 persen jika pemerintah terus berutang sambil mengikuti saran lembaga donor internasional.

Hal itu dikatakan ekonom senior, Rizal Ramli, dalam diskusi “Debat-Tak Debat: Utang Besar Untuk Siapa?” di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7).

“Enggak mungkin (ekonomi) kita bisa tumbuh lebih dari 6 persen. Karena begitu ketinggian, utang nambah, harus direm. Ada rem otomatis, harus diturunkan,” ujar Rizal.

Mantan Menko Perekonomian itu mencontohkan beberapa negara Asia yang mengalami kebangkitan ekonomi. Misalnya, Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi 12 persen selama 20 tahun setelah hancur lebur karena Perang Dunia (PD) II.

“Jepang tumbuh 12 persen dalam 20 tahun setelah Perang Dunia II. China ikut Jepang, tumbuh 12 persen selama 25 tahun,” tuturnya.

Ekonomi negara-negara tersebut bisa tumbuh pesat karena mereka tidak mengikuti saran International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia.

“Mereka tidak pakai cara-cara ikut syarat IMF dan Bank Dunia. Tidak andalkan utang. China utangnya tidak ada, kecuali domestik,” tambahnya.

Jelas Rizal, Indonesia saat ini berada di posisi pertumbuhan tingkat menengah. Padahal, berpuluh tahun lalu tepatnya tahun 1967, tingkat pendapatan semua negara di Asia relatif sama yaitu 100 dolar AS per orang. Bahkan China lebih miskin dari Indonesia dengan pendapatan 50 dolar AS per orang.

“Hari ini Korea 10 ribu dolar, sepuluh kali kita. Thailand dua kali kita, Malaysia tiga kali kita. Apa kita engga pernah mikir para intelek ini? Kita dulu sama miskin, 45 tahun kemudian beda,” ucap Rizal.

Rizal menganalisa penyebab dari kemandekan ekonomi Indonesia adalah dua faktor.

“Korupsi salah satunya. Yang kedua, garis ekonominya. Kebijakan ekonominya manut sama Bank Dunia dan IMF. Enggak ada negara hebat ikut syarat Bank Dunia dan IMF,” tegas Rizal.(kl/rakyatmerdeka)


Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak akhirnya ditahan penyidik lembaga antikorupsi atau KPK Malaysia pada Selasa, 3 Juli 2018. Najib ditahan setelah sebelumnya diperiksa terkait kasus korupsi.
Penahanan Najib disampaikan oleh seorang sumber penyidik yang tak mau disebutkan namanya sebagaimana dilansir laman The Sydney Morning Herald. Penahanan itu disebut sudah menjadi keputusan KPK Malaysia sebelumnya.

Sementara bulan lalu, Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan, bahwa otoritas sedang mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan Najib terkait kasus korupsi program negara 1MDB.

Rumah, properti dan barang-barang mewah milik Najib dan istrinya juga sebelumnyas udah disita.

Penindakan hukum dilakukan terhadap Najib tak lama setelah dia tumbang di Pemilu, kalah dari rivalnya Mahathir Mohamad yang berusia 92 tahun. Saat ini pemerintahan Malaysia dijalankan oleh koalisi Pakatan Harapan.

Sementara dilansir laman Channel News Asia, pengacara keluarga Najib sudah membenarkan bahwa dia ditahan. Namun Najib Razak hanya ditahan di rumahnya per hari ini. (mus)

Sumber: viva

Kamis, 26 April 2018

JAKARTA – Katua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra menyindir Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang menyakan isu TKA digunakan untuk kepentingan politik. Hal itu dikatakan Jokowi saat pelepasan ekspor mobil Xpander Mitsubishi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara , Rabu, (25/4/2018).

“Ya jelas saja, ini perusahaan Jepang. Masa perusahaan Jepang akan pekerjakan TKA dari Tiongkok. Coba resmikan perusahaan China, pastikan berapa tenaga kerjanya yang lokal dan yang didatangkan dari Tiongkok,” tulis Yusril di akun Twitter prinadinya, Rabu (25/4/2018).

Menurut Pakar Hukum Tata Negara, presiden berulangkali mengatakan bahwa ada yang komplain bahwa prosedur perizinan TKA berbelit2, sehingga diperlukan Perpres baru untuk memudahkannya.

“Sejujurnya, siapa yang komplain itu Pak Presiden? Kita ini melayani siapa, bangsa sendiri atau melayani siapa?,” ujar Yusril.

Kuasa Hukum KSPI ini menegaskan, Pemerintah selalu saja berdalih ada jutaan TKI kerja di LN, negara lain tdk protes, kok kita protes membanjirnya TKA ke sini. Mereka tdk protes karena mereka butuh TKI kita.

“Kita protes karena kita tidak butuh TKA. Disini msh banyak yg miskin dan nganggur, untuk apa TKA?,” tagas Yusril.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut isu negatif soal Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) digunakan untuk kepentingan politik. Padahal, Perpres TKA bertujuan menyederhanakan prosedur administrasi bagi pekerja asing di Indonesia.

“Sebetulnya yang kita reform adalah bagaimana menyederhakan prosedur administrasi untuk TKA. Jadi berbenah (sederhanakan administrasi). Inilah yang namanya politik,” ujar Jokowi saat pelepasan ekspor mobil Xpander Mitsubishi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara , Rabu, 25 April 2018. (abadikini.com)

Rabu, 25 April 2018

Ada hikmah tersembunyi di balik pelemahan rupiah terhadap dolar AS pada bulan April 2018, yang hampir menyentuh Rp 14.000 per dolar AS.

Hikmahnya, adalah membuka fakta tentang masih lemahnya ekonomi Indonesia. Fakta itu adalah jebloknya surplus perdagangan Indonesia pada periode Januari hingga Maret 2018.

“Surplus perdagangan Januari hingga Maret 2017 adalah 4,09 miliar dolar AS, sementara Januari hingga Maret 2018 hanya 0,28 miliar dolar AS. Anjlok hampir 15 kali lipat! Jika surplus perdagangan anjlok, nilai tukar cenderung tertekan, kecuali jika ada faktor lain yang kuat melawan efek anjloknya neraca perdagangan,” ujar ekonom senior Indef, Dradjad H Wibowo, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/4).

Dradjad tak tahu mengapa data anjlok di atas lolos dari perhatian, terutama pejabat terkait. Padahal, data di atas menjadi faktor yang signifikan membuat rupiah melemah. Karena itu, Dradjad tidak setuju jika dikatakan pelemahan rupiah kali ini karena faktor eksternal.

“Sebagian pejabat pemerintah dan BI memang senang memakai alasan ini ketika rupiah melemah. Namun saat rupiah menguat, langsung diklaim sebagai hasil kinerja pemerintah atau BI. Benar ada pengaruh faktor eksternal, terutama kebijakan The Fed. Namun hal ini sudah diperhitungkan oleh pasar sejak Januari hingga Februari 2018,” tegas Dradjad, yang juga anggota Dewan Kehormatan PAN.

Fakta lain yang bisa dibaca, sambung Dradjad, adalah bahwa pertumbuhan ekonomi tetap gagal keluar dari “jebakan 5 persen.” Padahal pembangunan infrastruktur digenjot besar-besaran. Di negara lain, misalnya dengan melihat pengalaman berbagai negara seperti AS, pada saat depresi besar, masifnya pembangunan infrastruktur itu mampu melonjakkan pertumbuhan.

“Kalau di Indonesia gerojogan belanja infrastruktur nggak ngefek ke pertumbuhan, tampaknya ini karena kondisi dunia usaha. Sudah tiga tahun-an ini para pelaku usaha ngos-ngosan. Banyak yang cerita ke saya, betapa sulitnya bisnis mereka tiga tahun terakhir ini. Mulai dari pengusaha properti hingga pedagang baju, hingga konsultan dan sebagainya,” ungkap Dradjad.

Di antara keluhan pelaku usaha itu, sambung Dradjad, adalah seperti penjualan susah, marjin tipis dan hidup dikejar-kejar pajak. Padahal, nilai tambah yang para pelaku usahan kreasikan dan distribusikan menjadi lokomotif bagi konsumsi rumah tangga dalam perekonomian.

“Entah mengapa kondisi lapangan yang riil seperti ini terkesan lolos dari data BPS. Tapi, fakta bahwa lonjakan belanja infrastruktur nggak ngefek ke pertumbuhan adalah bukti awal yang sahih tentang lemahnya ekonomi dan bisnis,” sambung Dradjad.

Dradjad menambahkan, jika saja belanja infrastruktur tidak melonjak besar-besaran, dengan kenaikan hanya setara dengan jaman Presiden SBY, maka rasa-rasanya pertumbuhan ekonomi hanya berkisar sedikit di atas 4 persen. Soalnya, sudah tidak tahun belanja infrastruktur digenjot, namun pertumbuhan tetap mentok sekitar 5 persen.

“Berarti, ada mesin pertumbuhan ada yang macet. Ini harus segera diatasi,” demikian Dradjad. (rmol)

Sabtu, 07 April 2018



Mantan gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat baru-baru ini mendapatkan penolakan dari sejumlah tokoh adat melayu karena Kelompok masyarakat di Kabupaten Langkat berencana memberikan gelar Datuk kepada Djarot.

Tokoh Masyarakat melayu Tengku Fahrizal menjelaskan perlu diketahui, dalam adat dan resam budaya melayu, yang memberikan anugerah gelar adat adalah pemangku adat.

Pemangku adat, dalam hal ini sultan, memiliki hak preogratif untuk memberikan gelar kepada seseorang berdasarkan kriteria. Bukan sebatas tokoh atau orang yang dikagumi masyarakat.

“Pemberian gelar merupakan hak preogratif sultan dengan pertimbangan atas jasa seseorang atas sumbangsih terhadap kemajuan bagi negeri,” ungkap Fahrizal dikutip dari laman Berita RMOLSumut, Sabtu (7/4/2018).

Lebih lanjut Fahrizal menjelaskan melayu memiliki identitas yang sama dengan budaya Islam. Sebab itu, kriteria dan penganugerahan mengikuti kaidah hukum adat dan syariat islam.

Menurutnya penganugerahan gelar datuk kepada Djarot berbau politis dan tidak sesuai dengan norma yang ada.

Fahrizal juga menilai sangat wajar jika masyarakat melakukan penolakan terhadap penganugerahan gelar kepada Djarot.

“Penolakan ini bukan karena politik, tapi ada kaidah adat yang tidak sesuai. Gelar adat tidak bisa diberikan oleh lembaga atau datuk, ada kaidah, ” tegas Fahrizal. (bob.ak/rmol)
Polisi Partai Hanura, Amron Asyrai melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Metro Jaya. Sukmawati dilaporkan dengan Pasal 156 a KUHP tentang Penistaan Agama. Laporan yang dibuat Amron telah diterima polisi dengan nomor LP/1785/IV/2018/PMJ/Dit. Reskrimum.

Menurur Amron, penistaan agama Sukmawati melalui puisinya berjudul “Ibu Indonesia” itu lebih parah dibanding kasus penistaan agama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang menyinggung surah Al-Maidah 51.

“Puisi yang dibacakan itu lebih parah dibandingkan pernyataan Ahok. Pernyataan Ahok dulu itu, kan, spontan. Kalau kasus Sukmawati, kan, puisi. Artinya, telah lebih dulu dikaji,” kata Amron di Polda Metro Jaya, seperi dilansir JPNN, Selasa (3/4/2018).

Menurut Amron, puisi Sukmawati yang menyinggung syarif Islam, cadar dan suara Adzan telah membuat gaduh umat Islam. Hal itu tentu tak bisa dibiarkan dan pihak kepolisian harus bertindak cepat.

“Dia sebagai orang Islam jangan seperti itu, lah. Maksudnya, jangan pakai bahasa kontroversial yang membuat geram dan gerah umat lain,” katanya.

Lebih lanjut, Amron menegaskan bahwa dirinya melaporkan Sukmawati secara pribadi. Kendati demikian, dia berjanji akan menyampaikan kepada Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta, tentang apa yang telah dilakukannya terkait kasus Sukmawati itu. (publiknews)
Racmawati Soekarnoputeri, putri Bung Karno mengecam keras puisi yang ditulis dan dibacakan Sukmawati Soekarnoputri yang secara tegas memperlihatkan ketidaksukaannya pada Islam.

Menurut kakaknya, Rachmawati Soekarnoputri, tanda-tanda ke arah Islamophobia Sukma itu sudah tampak sejak beberapa waktu lalu.

Menurut Rachma, dirinya pernah diprotes keras oleh Sukma saat ikut menuntut agar proses hukum terhadap Basuki Tjahja Purnama yang mempermainkan surat Al Maidah ditegakkan.

“Dia keberatan saya ikut memperjuangan penegakan hukum pada aksi 411 tahun 2016. Saat penguasa mengatakan, aksi itu ditunggangi tokoh nasional, Sukma juga mengatakan saya mau makar,” kata Rachma lagi.

Menurut Rachma, Islamophobia yang menjangkiti Sukma bukan karena Bung Karno tidak membekali anak-anaknya dengan ajaran Islam.

“Ini juga membuat saya sedih, karena puisi Sukma dikaitkan dengan ajaran Bung Karno. Padahal, Bung Karno sudah cukup membekali anaknya dengan ajaran Islam. Bahwa ada yang menjadi abal-abal, itu pilihan masing-masing anak,” demikian Rachma. [rakyatmerdeka]

Minggu, 01 April 2018



MEDAN – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan pada pemilu 2019 nanti jangn lagi memilih pemimpin yang dari tampangnya sederhana, tampangnya endeso dan merakyat .tapi setiap kebijakannya pro asing dan selalu menyengsarakan rakyatnya sendiri seperti sekarang ini.

“Jadi jangan kita pikir, oh orang ini tampangnya sederhana, tampangnya wong endeso, kita pilih jadi presiden, jangan model pak Yusril, oranya borzois, bajunya kayak tengku melayau,” kata Yusril dalam pidatonya di Kongres Umat Islam Sumatera Utara, Jumat (30/3/2018).

Pasalnya kata Yusril, tidak ada pengaruh wajah orang itu dengan kebijakan-kebijakannya. Ia mencontohkan, Bung Karno presiden pertama RI tak bertampang merakyat tapi setiap kebijakanya sangat pro terhadap rakyat.

“Bung karno itu, siapa yang bilang bungkarno itu tampanya merakyat? Enggak, pakai Jas putih mentereng, sepatunya mengkilat, kacamatanya yahud, merek RNB jaman dulu. Pecinya gagah. Pake mobil bak terbuka, hobynya koleksi barang antik patung, lukisan siapa bilang Bung Karno merakyat, enggak merakyat tampangnya, tapi sipa yang mengatakan bung karno itu kebijakanya tidak pro rakyat, tidak ada. Loh yang sekarang ini?,” ujar Yusril.

Yusril menegaskan, tak ada hubunganya wajah endeso dan enggak endeso bisa saja jadi diktator. Bisa saja pro asing dan tidak pro kepada rakyat.

“Tidak ada hubungnya wajah itu, lah katanya saya ini dibilang diktator, wong tampang saya tampang wong endeso, ga ada urusannya, tampang endeso enggak endeso bisa aja jadi diktator. Tampang endeso enggak endeso bisa aja pro asing tidak pro pada rakyatnya sendiri,” tegas Yusril.

Karena itu pakar Hukum Tata Negara ini berharap agar umat Islam aktif terlibat dalam berpolitik.

“Harapan saya, umat Islam jangan pasif. Harus aktif dalam politik. Jangan sampai 2019 terpilih kembali pemimpin yang seperti sekarang ini, bisa bikin kita susah semuanya” katanya.

Yusril mengajak umat Islam untuk belajar dari kasus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Hizbut Tahrir Indonesia tidak mau terlibat dalam Pemilu karena mau Khilafah. Tetapi, ketika Jokowi jadi presiden, dengan selembar surat diterbitkannya pembubaran HTI. HTI tidak bisa apa-apa,” katanya.

Dari kasus itu kemudian Yusril menyatakan kepada tokoh-tokoh HTI bahwa segudang kepintaran itu tidak ada artinya dibanding segenggam kekuasaan.

“Presiden itu ya, walaupun goblok, saya enggak sebut namanya siapa, saya enggak bilang namanya siapa, ini Presiden dalam arti umum, walaupun orangnya itu goblok, segoblok-gobloknya dia, ya tetap presiden. Kami-kami ini saya, Pak Amin, Pak Kivlan Zen dan lain-lain ini enggak ada apa-apanya, kita bukan siapa-siapa jika tidak punya kekuasaan,” pungkas Yusril. (Sri)
Bhima Yudhistira
Oleh :Bhima Yudhistira
Sarapan pagi soal utang untuk meramaikan kicauan bu de sri. Saya jadi inget Bill Clinton bilang “It’s economy stupid!” saat Kampanye tahun 1992. Clinton menyindir saingannya Bush senior yang merasa semua ini urusan politik. Sekarang soal utang mau ditarik2 ke urusan politik. Masak elit politik dan ekonom disejajarkan. Mau 2019 siapa kek 2024 siapa kami ga peduli. Kebijakan yg salah akan kami ingatkan. Begitu juga saat oposan macam pak Yusril dan Pak Prabowo agak melenceng kritiknya, kami yg paling depan untk menegur di ruang publik.

Semoga tulisan ini enak dibaca dan perlu.

*Menggugat Sesat Pikir Utang Pemerintah*

Dogma bahwa utang dalam kondisi aman karena masih dibawah 60% terhadap PDB mulai dipertanyakan. Pemerintah berulang kali menjelaskan ke publik bahwa tak ada salahnya untuk menambah utang. Tentu hal itu disertai gambaran akan jalan tol, jembatan dan bendungan yang sedang dibangun lewat utang. Mantra ajaib bak kaset tua selalu diputar-putar, “Jika berutang untuk pembangunan infrastruktur maka utang tersebut sesungguhnya utang produktif”.

Sedangkan bagi pihak yang meragukan efektivitas utang pemerintah akan dianggap sebagai penghasut yang berbahaya bagi stabilitas perekonomian nasional. Cap menakutkan tersebut dengan nada emosional terlontar dari pimpinan di lapangan banteng. Justru hal ini jadi aneh, kenapa pemerintah takut sekali jika utang dibilang memburuk, tidak efektif dan kurang produktif? Seharusnya kritik ditanggapi dengan kepala dingin bukan tudingan tukang hasut.

Lalu bagaimana seharusnya mengukur resiko dan produktivitas utang? Hal yang paling sederhana adalah mengukur utang terhadap PDB. Didalam UU Keuangan Negara No.17 tahun 2003 disebutkan bahwa batasan maksimal utang adalah 60% terhadap PDB. Tanpa tafsiran yang macam-macam, kesimpulannya kalau utang Pemerintah per Februari 2018 masih Rp4.034 triliun maka sama dengan 29,2% dari PDB alias jauh dibawah ambang batas 60%.

Tapi perkembangan utang nampaknya harus diupdate kembali, batasan utang terhadap PDB menjadi terlalu sederhana. Fakta di Eropa ketika krisis utang tahun 2013-2015 menjadi titik balik keraguan antara batas utang terhadap PDB. Beberapa Negara di Eropa yang memiliki rasio utang diatas 100% seperti Italia dan Belgia tidak masuk dalam program bailout Troika IMF. Sementara negara seperti Irlandia dan Spanyol tahun 2008 memiliki rasio utang 43% dan 39% masuk menjadi daftar pasien IMF yang harus ditolong. Bukan berarti rasio utang irelevan, namun harus dilengkapi dengan indikator lain agar membaca utang tidak oversimplified (terlalu menyederhanakan).

Indonesia juga sering dibanding-bandingkan dengan Jepang. Betul memang Jepang punya rasio utang diatas 200%. Tapi lebih dari 50% utang Jepang dipegang oleh bank Sentral Jepang. Sementara sisanya dikisaran 30% dipegang oleh residen atau penduduk Jepang. Artinya penduduk Jepang dan Bank Sentral Jepang yang memberi pinjaman ke Pemerintahnya. Apa manfaatnya? Ketika ekonomi global memburuk dan mengakibatkan panic sellout dipasar surat utang, Pemerintah Jepang tak terlalu khawatir. Ibu-ibu rumah tangga dan karyawan yang membeli surat utang tinggal mencairkan surat utang tapi uangnya tidak lari keluar negeri, melainkan berputar-putar di dalam ekonomi Jepang.

Kondisi di Indonesia cukup berbeda. Sebesar 38,7% surat utang Pemerintah dipegang oleh investor asing. Artinya, kondisi global seperti tren kenaikan bunga acuan Fed rate, instabilitas geopolitik, dan gelombang proteksionisme negara-negara maju sangat sensitif terhadap pasar surat utang di Indonesia. Karena pasar keuangan sangat dangkal, sekali goncangan eksternal terjadi kaburlah dana-dana asing di surat utang. Jadi tidak perlu heran kok rupiah bisa anjlok hingga 13.700-13.800 bulan Maret ini.

Indikator lain yang harusnya dibandingkan adalah rasio pajak tiap negara berbeda. Perlu dicatat dan dipahami bahwa utang bukan dibayar menggunakan PDB. Jadi rasio utang terhadap PDB sebenarnya hanya gambaran umum. Faktanya utang dibayar dengan penerimaan pajak. Sementara rasio pajak terhadap PDB (tax ratio) di Indonesia hanya 11%. Jangan jauh-jauh membandingkan dengan negara maju. Dengan Negara di ASEAN saja rasio pajak kita salah satu yang terendah, Malaysia sudah 14,2% dan Thailand 15,7%.

Kalau penerimaan pajak kita masih loyo karena rata-rata realisasinya hanya tumbuh 4% dalam 2 tahun terakhir, bagaimana membayar utang plus bunga nya? Munculah apa yang disebut sebagai defisit keseimbangan primer, total penerimaan negara dikurangi belanja, diluar pembayaran bunga utang. Artinya kalau terjadi defisit maka utang dicicil melalui utang baru. Gali lubang tutup lubang, tapi lubangnya saat ini makin dalam.

Yang jelas Carmen Reinhart dan Kenneth Rogoff, dua profesor Harvard University ini juga pernah dibully karena berani memaparkan soal debt overhang (overhang utang). Bahwa utang yang terus meningkat berpotensi menggerogoti pertumbuhan ekonomi. Kasus di negara-negara maju yang diteliti Reinhart dan Rogoff mungkin masih jauh dari Indonesia. Tapi setidaknya kita bisa banyak belajar, bahwa secara teori utang yang awalnya berbentuk leverage (mengungkit modal) bisa berubah menjadi resiko yang membahayakan ekonomi. Karena saat Pemerintah tahun 2017 lalu menambah 14% utang luar negeri, faktanya tidak bisa dipungkiri ekonomi kita hanya tumbuh 5%. Kisah ini menyisakan kekonyolan soal ambruknya beberapa toko ritel modern dan indikator lemahnya daya beli masyarakat yang diprediksi masih terjadi hingga 2018 ini.***

Penulis adalah Peneliti Institute for Development of Economics & Finance (Indef)

Sumber : mediajakarta

Sabtu, 31 Maret 2018

Keberadaan cacing mencerminkan bagaimana proses higienitas dari suatu produk, terlepas dari apakah cacing tersebut sumber protein.
Baru-baru ini masyarakat tengah dihebohkan dengan maraknya ikan kaleng bercacing yang banyak beredar di pasaran. Apalagi, tak sedikit produsen ternama yang produk ikan kalengnya ternyata juga bercacing. Dari pengujian yang dilakukan BPOM, 27 merek produk ikan makarel dipastikan mengandung parasit cacing. BPOM juga telah merilis data tersebut ke publik dan melakukan penarikan produk dari pasaran.

Terkait kehebohan ini, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan bahwa cacing dalam ikan kaleng tak berbahaya jika diolah dengan benar. Selain itu, cacing juga mengandung protein.

Menkes juga mengungkapkan bahwa cacing hanya akan berkembang biak di tempat yang cocok dengan siklus hidupnya. Sedangkan jika tak cocok, cacing ini tentu akan mati.

“Kalau lingkungannya cocok perut kita dia (cacing) akan berkembang biak, misalnya begitu. Kalau nggak sesuai ya tentu dia (cacing) mati juga,” lanjutnya.

Pernyataan ini pun menjadi sorotan banyak Fihak, salah satunya dari Ketua Yayasan Lembaga konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, seperti yang dirilis di mediaindonesia.com Kamis 29 Mar 2018 lalu.

"Menurut saya pernyataan Menkes itu tidak mencerminkan ke-menkes-annya. Terutama paling tidak dari sisi internal birokrasi, semestinya itu tidak disampaikan secara terbuka kalaupun itu seperti itu ya mestinya dia ngomong itu antarkelembagaan. Bukan secara terbuka. Kalau secara terbuka itu kan jadi nggak harmonis hubungannya (dengan lembaga lain)," kata Tulus saat dihubungi di Jakarta, Kamis (29/3).

Tulus juga mengatakan bahwa keberadaan cacing itu mencerminkan bagaimana proses higienitas dari produk itu. Hal itu terlepas dari apakah cacing tersebut sumber protein.

"Memang bisa saja cacing itu berprotein. Tapi kan mencerminkan proses higienitas dari produk itu. Apakah ikan itu mengandung cacing atau tidak, kan harusnya tidak. Artinya ketika ada cacing dalam makanan kaleng, itu berarti prosesnya enggak standar, tidak sesuai standar yang baik. Sehingga prosesnya tidak sehat tidak higienis dan segala macam. Jadi kita dari konsumen, jelas sangat dirugikan dengan adanya makanan sarden ikan yang mengandung cacing yang ada di dalamnya," jelas Tulus.

disamping itu dari sisi hak atas informasi sebagai konsumen, Tulus menilai telah terjadi pembohongan konsumen. Dan inj dipastikan melanggar UU Perlindungan Konsumen.

"Apakah di dalam labelnya ditulis mengandung cacing yang mengandung protein? Kan enggak. Jadi ada labeling yang tidak sesuai atau membohongi konsumen tuh. Melanggar UU Perlindungan Konsumen kan. Jadi langkah BPOM sudah benar. Dan dalam hal ini BPOM saya kira punya kapasitas untuk menyatakan itu daripada Kemenkes," tutup Tulus. (OL-1)

Kamis, 29 Maret 2018

Arteria Dahlan

DALAM rapat kerja antara Komisi III dengan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/3), anggota Komisi III dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan menyebut Kementerian Agama ‘bangsat’. Umpatan ini dilontarkannya saat membahas kasus penipuan yang dilakukan oknum biro travel umrah.

“Ini Kementerian Agama bangsat pak, semuanya Pak. Saya buka-bukaan,” ujar Arteria ketika itu.

Meski mengaku pernah melontarkan perkataan yang serupa dihadapan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, ‘umpatan’ tersebut sontak menimbulkan kontroversi.

Siapa Arteria Dahlan dan bagaimana sepak terjangnya di duni politik tanah air?

Pria kelahiran 7 Juli 1975 tersebut adalah seorang pengacara dan pemilik Kantor Hukum Arteria Dahlan Lawyers. Ia merupakan alumni Universitas Trisakti dan Universitas Indonesia jurusan hukum yang kini menjabat Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPP PDIP.

Ia dilantik menjadi anggota DPR pada 23 Maret 2015 sebagai Pejabat Antar Waktu (PAW) DPR-RI periode 2014-2019 menggantikan Djarot Syaiful Hidayat. Saat itu, Djarot resmi diberhentikan sebagai anggota dewan setelah ditunjuk menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk mendampingi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Arteria pun duduk di Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur-reformasi birokrasi, dan kepemiluan. Namun, pada pertengahan Juni 2017, Arteria berpindah tugas ke Komisi VIII DPR-RI yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan. Kemudian, sejak 11 September 2017 Arteria mulai bertugas di Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan.

Rekam jejaknya sebagai politikus kerap diwarnai kontroversi karena pernyata-pernyataannya. Sebelumnya umpatan ‘bangsat’ terhadap kemenag bergulir, Arteria sempat menuai kontroversi karena meminta pimpinan KPK memanggil para anggota dewan dengan sebutan ‘yang terhormat’.

Dia berdalih bahwa panggilan tersebut dipakai Presiden Joko Widodo maupun Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada anggota dewan. Namun, KPK tidak pernah ‘menyapa’ dengan panggilan yang sama.

“Saya menunggu dari lima Saudara-saudari komisioner, tidak pernah terucap ‘anggota Dewan yang terhormat’. Kami, Pak Jokowi sendiri kalau ketemu, walaupun Arteria masih b***sat, dia katakan ‘yang terhormat’. Pak Kapolri mengatakan ‘yang mulia’,” kata Arteria di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2017) lalu.

Baru-baru ini nama Arteria mencuat kembali karena lontaran kata yang dipilihnya saat membahas kinerja Kemenag dalam menangani travel umrah gadungan.

Menag Lukman sendiri mempertanyakan pilihan kata yang digunakan anggota dewan ‘yang terhormat’ itu.

“Meski memiliki hak imunitas, meski dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan, tapi apakah patut dan pantas seorang wakil rakyat yang terhormat menggunakan kosakata seperti itu yg dialamatkan ke Pemerintah (Kementerian Agama)?” kata Lukman dalam sebuah pesan singkat, Kamis (29/3/2018).

Menanggapi persoalan ini, Menag menyerahkan kepada masyarakat soal penilaian baik buruknya perkataan Arteria tersebut.

“Silakan rakyat menilai sendiri pilihan kosakata yg digunakan oleh salah seorang wakilnya itu,” ujar Menag. []

sumber: islampos
arteria dahlan
Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan panen kritik setelah menggunakan kata “bangsat” saat mengkritik Kementerian Agama (Kemenag).

Kata kasar itu diucapkan Arteria terkait kasus penipuan oleh travel umrah saat rapat dengan pendapat dengan Jaksa Agung Prasetyo, Rabu (28/3).

Menanggapi itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengatakan menggunakan kata kasar dalam rapat resmi kurang patut dan tak elok.

“Silakan mengkritik tapi tak perlu pakai kata bangsat karena itu bahasa serampangan. Masih banyak cara mengkritik tanpa mengumpat,” kata Baidowi, Kamis (29/3).

Baidowi mengingatkan jangan sampai karena memiliki hak imunitas, anggota DPR bisa mengeluarkan kata-kata kasar.

“Sebaiknya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” ungkap anggota Komisi II DPR itu.

Dia menambahkan penyimpangan yang terjadi dalam penyelenggaraan haji bisa dilaporkan dan dilakukan penyidikan terhadap pihak-pihak yang melakukan pelanggaran.

“Bukankah Kemenag sudah melakukan antisipasi ke depannya dengan tiga skema yang sudah disiapkan?” katanya.

Karena itu, kata Baidowi, yang sudah terjadi dilakukanlah penindakan terhadap oknum pelaku.

Kasusnya pun saat ini ada yang sudah bergulir di persidangan. Dia meminta semua pihak mengawasi proses persidangan tersebut.

Jika ada kejanggalan tinggal dilaporkan. “Hal itu lebih solutif daripada sekadar keluar kata bangsat yang bisa menimbulkan kegaduhan baru,” tegasnya.

Sebelumnya, Arteria meminta kejaksaan turun tangan menindak travel umrah bodong. Arteria mengaku pernah mengucapkan hal serupa ke Kemenag saat memprotes soal travel umrah.

Dia tak terima jika Kemenag seolah-olah menyalahkan masyarakat yang tertipu travel umrah bodong. Arteria juga menyalahkan Kementerian Pariwisata.

“Ini Kementerian Agama bangsat, Pak, semuanya, Pak!” kata Arteria dalam rapat, Rabu (28/3).

sumber: jpnn
Baromet.info| Dalam dunia kuliner, Jogjakarta bisa dibilang sebagai salah satu gudangnya kuliner enak dan juga murah. Cara memasaknya yang masih sangat tradisional, memberikan ciri khas tersendiri dalam setiap makanannya. Ada cukup banyak kuliner yang bisa kita cicipi di kota gudeg ini, salah satunya Sego Welut Mbak Surani. Untuk menemukan lokasinya cukup mudah, karena Mbak Surani bersama suaminya membuka lapaknya tiap sore di depan pasar Godean, Jogjakarta. Warung yang bernama Sego Welut Mbak Surani ini berada di seberang selatan Pasar Godean.
Di siang hari, lokasi warung ini digunakan sebagai tempat parkir sepeda dan motor namun di menjelang malam, parkiran ini disulap menjadi warung.Biasanya Mbak Surani bersama suaminya mulai membuka lapak sekitar jam 6 sore sampai jam 10 malam, tapi terkadang jam 12 malam lapaknya masih baru tutup
Untuk seporsi sego welut hanya dibandrol dengan harga 6ribu rupiah, terdiri dari nasi putih yang ditambah dengan lauk mangut welut dan krecek yang lembut. Meskipun sangat sederhana, tapi menu yang satu ini cukup digemari para pembelinya. Seperti yang sudah kita ketahui, welut atau belut ukurannya cukup kecil dan bentuknya seperti ular. Oleh karena itu, ketika mencicipinya langsung saja Saya makan tanpa dipilah-pilah terlebih dahulu. Bumbunya pas dan sedikit pedas, tapi ada sedikit rasa aneh pada saat dikunyah. Perbandingan rasa duri dan dagingnya tidak seimbang, akhirnya sebelum dinikmati terlebih dahulu dipilah-pilah antara duri dan dagingnya sehingga rasanya jadi lebih nikmat. .
Untuk mangut lele Mbak Surani juga menjadi favorite para pembelinya. Rasanya memang enak dan kuah santannya tidak begitu kental. Meskipun dimasak mangut, tapi dagingnya terasa kesat dan bumbunya meresap hingga ke dalam, serta ada aroma yang khas masakan tradisional. Selain welut dan lele, Mbak Surani juga menyediakan aneka baceman, gudeg, telur pindang, ayam, sayur lodeh dan beberapa lauk lainnya yang bisa kita pilih sesuai selera. Kebanyakan para pelanggannya membeli untuk dibawa pulang.
Satu hal lagi yang mengejutkan adalah memadukan kuah mangut ini dengan gudeg gurih, benar-benar perpaduan rasa yang dijamin membuat ketagihan. Sesuatu yang awalnya tidak terbayangkan oleh saya. Tak heran jika warung yang memberi harga menu pesanan saya kurang lebih sebesar Rp. 10.000 ini begitu diminati dan selalu penuh pengunjung.



Warung Pak Mardi yang remang-remang
Berbeda dari sate kere yang ada di Pasar Beringharjo berupa gajih dari daging sapi, sate kere punya Pak Mardi berwujud sate sapi kupat sayur. Warga sekitar warung Pak Mardi selalu berduyun duyun membeli sate kere sampai persediaan habis. Bagaimana sih penampakan sate kere yang pamornya mulai menyebar ke seluruh Jogja?.
Warung makannya sederhana dan terkesan ndeso dengan asap membumbung oleh bakaran sate. Harum sate sapi menusuk nusuk hidung sampai badan ingin segera masuk dan duduk di kursi. Ternyata, di luar perkiraan! Hanya ada satu meja, selebihnya pengunjung diberikan tikar untuk duduk. Namun inilah kekhasan warung Pak Mardi. Kesan merakyatlah yang masuk ke otak. Tinggal memesan sate kere andalan di sini, nih!

Satu piring kupat sayur dengan tempe berasa pedas segar sudah di depan mata. Ada lima tusuk sate kere yang mengilat warnanya sangat menggugah selera. Rasa dari sate ini tak perlu diragukan lagi. Daging sapi yang digunakan diolah menjadi sangat empuk. Karena pada dasarnya daging sapi memiliki tekstur yang cukup keras, sehingga harus pintar-pintar dalam mengolahnya. Kemudian sayur tempe dengan kuah santannya juga tak kalah nikmat. Kuah sayur tempe ini terdapat rasa gurih di dalamnya. Mungkin dari santan yang digunakan. Tetapi juga ada rasa pedas yang menambah kelezatan ketika menyantap sate kere ini. Kuah dari sayur tempe ini menjadi pasangan yang pas, walaupun tidak menggunakan sambal, Anda sudah dapat merasakan pedas dari kuah sayur ini.

Pak Mardi mulai berjualan sate kere sejak tahun 1985. Pada tahun itu Pak Mardi beserta istrinya berjualan dengan gerobak berkeliling di kampung Gesikan dan sekitarnya. Istri Pak Mardi mengaku bahwa dulunya tidak selancar dan seramai sekarang saat berjualan. “Dulu waktu tahun 1985 saya mulai berjualan keliling dengan gerobak, berjalan mendorong gerobak dari ujung timur sampai ke barat kampung Gesikan,” ujar Bu Mardi. Hingga saat ini warung Pak Mardi pada pukul 21.00 WIB biasanya sudah tutup karena satenya ludes terjual. Tetapi jika belum habis, Pak Mardi dan istrinya tetap berjualan hingga tengah malam.

Pada tahun 1990-an, barulah Pak Mardi mulai membuka warung dengan tempatnya sendiri, dan tidak keliling menggunakan gerobak lagi. Tetapi pertama kali memiliki warung, Pak Mardi beserta istri masih harus membayar biaya kontrak tempatnya dan sempat mengalami berpindah-pindah mencari tempat yang baik untuk menjajakan sate kerenya. “Sekitar tahun 1990-an, saya mulai mempunyai tempat sendiri, tetapi itu kontrak. Sempat berpindah-pindah juga karena terkadang tempatnya tidak ada air,” sambung Bu Mardi sambil sibuk melayani pelanggannya.
HOME | ABOUT ME | PEDOMAN MEDIA SIBER
COPYRIGHT 2017 - BAROMET.INFO - PORTAL BERITA TERKINI