Tampilkan postingan dengan label Luar Negri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luar Negri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juli 2018

Presiden Cina, Xi Jinping saat berbicara di pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Lima, Peru, Sabtu (19/11). 

BEIJING -- Presiden Cina Xi Jinping mengatakan negaranya akan memberikan dana bantuan sebesar 15 juta dolar AS kepada Palestina. Hal tersebut ia sampaikan ketika berpidato dalam Pertemuan Tingkat Menteri ke-8 Forum Kerja Sama Cina-Negara Arab di Beijing, Selasa (10/7).

Pemberian bantuan sebesar 15 juta dolar AS untuk Palestina dibuat sebagai bagian dari rencana Cina memberikan pinjaman lebih dari 23 miliar dolar AS kepada negara-negara Arab. "Dana ini akan dialokasikan untuk proyek-proyek yang akan menghasilkan peluang kerja yang baik dan dampak sosial yang positif di negara-negara Arab yang memiliki kebutuhan rekonstruksi," kata Xi, dikutip laman The Times of Israel.
 
"Cina menyambut peluang untuk berpartisipasi dalam pengembangan pelabuhan dan pembangunan jaringan kereta api di negara-negara Arab sebagai bagian dari jaringan logistik yang menghubungkan Asia Tengah dengan Afrika Timur dan Samudra Hindia dengan Mediterania," ujar Xi menambahkan.

Xi mengatakan posisi negara-negara Arab yang berada di pusat rute Jalur Sutra pada masa lampau, telah membuat mereka menjadi mitra dalam usaha baru Cina. "Masyarakat Cina dan Arab, meskipun berjauhan dalam jarak, sedekat keluarga," ujarnya.
Oleh sebab itu, Xi berharap pertemuan dapat berakhir dengan kesepakatan mengenai kerja sama atas inisiatif tersebut. Menurut Xi, Cina juga telah menyediakan 151 juta dolar AS untuk negara-negara Arab dalam rangka pembangunan kapasitas untuk pemeliharaan stabilitas. Selain itu, akan disiapkan pula dana sebesar 91 juta dolar AS untuk bantuan kemanusiaan bagi Suriah, Yaman, Yordania, dan Lebanon.

Sejak menjabat sebagai presiden, Xi telah mengawasi langsung upaya perluasan pengaruh Cina di Timur Tengah dan Afrika. Pengaruh ditancapkan melalui arus investasi dan pinjaman dana dalam skala besar. Hal tersebut memicu kekhawatiran, terutama bagi negara-negara yang dinilai tak akan sanggup melunasi pinjaman Cina.

Tahun lalu, Sri Lanka terpaksa menyerahkan mayoritas kendali pelabuhan Hambantota ke Cina. Hal itu terjadi setelah Sri Lanka tak dapat membayar pinjaman yang diberikan oleh Negeri Tirai Bambu tersebut.

Rabu, 04 Juli 2018



Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak akhirnya ditahan penyidik lembaga antikorupsi atau KPK Malaysia pada Selasa, 3 Juli 2018. Najib ditahan setelah sebelumnya diperiksa terkait kasus korupsi.
Penahanan Najib disampaikan oleh seorang sumber penyidik yang tak mau disebutkan namanya sebagaimana dilansir laman The Sydney Morning Herald. Penahanan itu disebut sudah menjadi keputusan KPK Malaysia sebelumnya.

Sementara bulan lalu, Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan, bahwa otoritas sedang mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan Najib terkait kasus korupsi program negara 1MDB.

Rumah, properti dan barang-barang mewah milik Najib dan istrinya juga sebelumnyas udah disita.

Penindakan hukum dilakukan terhadap Najib tak lama setelah dia tumbang di Pemilu, kalah dari rivalnya Mahathir Mohamad yang berusia 92 tahun. Saat ini pemerintahan Malaysia dijalankan oleh koalisi Pakatan Harapan.

Sementara dilansir laman Channel News Asia, pengacara keluarga Najib sudah membenarkan bahwa dia ditahan. Namun Najib Razak hanya ditahan di rumahnya per hari ini. (mus)

Sumber: viva

Senin, 26 Februari 2018

Eramuslim.com – Sekitar 1.500 warga Zionis-Israel berunjuk rasa di Tel Aviv menuntut pengunduran diri Perdana Menteri wilayah jajahan Palestina, Benjamin Netanyahu. Netanyahu diduga terlibat korupsi dan sebuah rekomendasi polisi Zionis untuk mendakwa Netanyahu telah diajukan baru-baru ini.
Teriakan “Bibi Netanyahu pulang ke rumah” terdengar dari kerumunan warga Zionis yang melakukan demonstrasi korupsi anti pemerintah mingguan mereka di Tel Aviv. Mereka mengibarkan tanda bertuliskan ‘Bibi, Anda tidak berada di atas hukum,’  Mereka juga meneriakkan, “Sebuah negara mafia dan seorang Perdana Menteri yang korup.”
Awal bulan ini, polisi Zionis merekomendasikan agar Benjamin Netanyahu didakwa atas tuduhan penyuapan, kecurangan dan pelanggaran kepercayaan. Meskipun mendapat tekanan dan seruan untuk mengundurkan diri, Netanyahu mempertahankan kepolosannya, yang semakin memperburuk kemarahan publik.
“Dulu, kapan pun ada rekomendasi dakwaan dengan polisi, politisi biasa mengundurkan diri. Sangat sulit melihat Bibi mengundurkan diri. Dia bukan tipe orang yang mengundurkan diri,” kata seorang pemrotes.
“Saya datang ke sini untuk memprotes karena penting bagi orang untuk memerangi korupsi dimanapun karena pemerintah di sini lupa bahwa mereka perlu melayani kita dan bukan kita perlu melayani mereka,” kata seorang aktivis lain yang hadir dalam aksi tersebut seperti dikutip dari RT, Minggu (25/2/2018).
Polisi sebelumnya mengumumkan bahwa mereka mengumpulkan bukti yang cukup untuk memulai proses hukum terhadap perdana menteri wilayah jajahan dalam dua penyelidikan terpisah – Kasus 1000 dan Kasus 2000. Meskipun rekomendasinya diajukan ke jaksa agung, mungkin diperlukan waktu berbulan-bulan sebelum keputusan dibuat.
Kasus 1000 menuduh bahwa Netanyahu, bersama dengan istrinya Sara, menerima hadiah mewah senilai ribuan dolar dari produser Hollywood Arnon Milchan dan miliarder Australia James Packer, dengan imbalan bantuan.
Penyelidikan lainnya berkisar pada kecurigaan Netanyahu berkomplot dengan pemilik surat kabar terlaris Zionis, Arnon Mozes, untuk mendapatkan liputan yang lebih positif tentang dirinya sendiri. Netanyahu berulang kali membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai tuduhan “tidak berdasar.”(kl/kf)
HOME | ABOUT ME | PEDOMAN MEDIA SIBER
COPYRIGHT 2017 - BAROMET.INFO - PORTAL BERITA TERKINI