Jumat, 31 Agustus 2018

Menurut Panji, pemerintah semestinya mampu memberikan solusi jitu agar dapat menekan dolar AS agar tidak perkasa, salah satunya memperbanyak kuota ekspor.
“Akan tetapi sangat disayangkan pemerintah tidak mampu merespon gejala pelemahan rupiah yang kian kritis dengan membuak impor 2 juta ton beras dan gula dengan target 3, 6 juta ton di saat stok beras dan gula masih surplus di dalam negeri,” terangnya, Jumat (31/8).
Panji menjelaskan, anjloknya rupiah bukan hanya dimaknai sebagai ekses dari perang dagang AS dan China saja. Pelemahan rupiah perlu dikaji bukan hanya dari faktor eksternal tetapi faktor internal khususnya soal perdagangan.
“Untuk mengangkat rupiah agar perkasa fundamental ekonomi Indonesia perlu diperbaiki khususnya soal pengelolaan ekspor impor, tetapi persoalan tersebut seolah dihiraukan, Menteri Perdagangan era Presiden Jokowi malah membuka keran impor yang justru akan membuat perekonomian Indonesia semakin terpuruk,” tutur Panji.
Dia heran dengan pemerintah saat ini, saat Ditjen Perdagangan Luar Negeri ingin membatasi impor tetapi Kementerian Perdagangan sendiri mengeluarkan kebijakan impor beras dan gula.
“Seharusnya melihat kondisi ekonomi makro Indonesia yang tidak tentu arahnya Jokowi mampu memanajemen para menteri-menteri dan pejabatnya agar tidak jalan sendiri-sendiri,” terang Panji.
Pasalnya, kebijakan yang inkonsistensi jelas akan dicatat sebagai kebijakan negatif oleh pasar yang pada akhirnya pertumbuhan ekonomi akan stagnan atau jalan di tempat di angka 4 persen – 5 persen.
“Artinya jika tidak ada pertumbuhan ekonomi yang baik, investor pun akan enggan untuk investasi di Indonesia,” demikian Panji. [rmol]
Sabtu, 25 Agustus 2018
Anggota Dewan Pembina DPP Partai Golkar, Fadel Muhammad secara terbuka mengutarakan kekecewaannya lantaran petahana Presiden Joko Widodo tidak menggaet kader Golkar sebagai calon wakil presiden.
Dampaknya, kata Fadel, internal Golkar terbelah dalam menyongsong Pemilihan Presiden 2019.
Di sisi lain,
isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar mencuat usai
Jokowi resmi memilih Ma'ruf Amin. Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga
Hartarto dinilai tidak bisa meyakinkan Jokowi dan parpol koalisi.
Pengamat
politik yang juga Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median),
Rico Marbun berpandangan, yang bisa dilakukan Golkar dalam menyikapi
gejolak penolakan dan isu Munaslub itu adalah, dengan menyatakan
berlepas diri dari petahana.
Menurutnya,
meninggalkan Jokowi risikonya lebih kecil ketimbang harus menggelar
Munaslub. Munaslub diyakini akan membuat internal partai kembali pecah
dan itu berbahaya dalam menghadapi Pemilihan Legislatif.
Sambung Rico,
dari beberapa hasil lembaga survei merilis, juga banyak massa pemilih
Golkar yang tidak menghendaki Jokowi kembali memimpin.
"Kalau secara
legal formal, tidak mungkin dukungan dicabut di KPU. Yang mungkin bisa
dilakukan adalah mencabut secara kultural, dan Golkar secara institusi
berlepas diri dari Jokowi. Memindahkan suaranya ke kubu oposisi," kata
dia kepada redaksi, Sabtu (25/8).
Rico
berpendapat, apa yang dikatakan oleh Fadel Muhammad tidak lain untuk
mengingatkan kembali pendapat beberapa orang dimana seharusnya Golkar
harus memiliki sosok capres atau cawapres sendiri, karena hal itu
menjadi magnet elektoral bagi Golkar.
"Hanya dua partai yang memiliki magnet parpol yaitu PDIP dan Gerindra. Dan Golkar tidak memiliki tokoh," pungkas Rico.

Nah, berikut penulis merangkum 6 mie ayam enak di Kota Yogyakarta yang sanggup menggoyang lidahmu karena selain nikmat juga murah. Kamu wajib coba nih!
1. Mie Ayam Tunggal Rasa
Saat dilihat sekilas cara penyajiannya memang biasa saja. Tapi kalau kamu sudah coba buat ngicipin rasanya dijaminnagih deh! Mie ayam ini termasuk paling legendaris di Jogja. Selain rasanya enak, mangkoknya juga bisa di makan lho, soalnya terbuat dari pangsit. Hal unik lainnya, mie-nya ada yang berwarna ijo yang ternyata terbuat dari sayuran. Wah, sudah murah bergizi lagi! wajib coba nih.Warung mie ayam ini berada Jl. Serma Taruna Ramli Nomor 3, Kotabaru, tepatnya di depan SD Unggaran.
2. Mie Ayam Goreng Seyegan
Namanya Mie Ayam Goreng Seyegan, salah satu pelopor di Jogja. Berbeda dengan mie ayam sebelumnya, letak warung mie ayam ini sedikit mblusuk. Walaupun begitu, rasa yang ditawarkan bakal membuat kamu pengen makan terus deh! Makin mantap dengan potongan ayam besar dan juga cekernya yang terkenal empuk.Alamat warung mie ayam ini ada di Jl, Kebon Agung Mlati Sleman Jogjakarta
3. Mie Ayam Afui
Kalau kamu pecinta mie ayam, gak lengkap rasanya kalau belum mampir ke mie ayam Afui. Mie ayam Afui disajikan terpisah dengan kuahnya yang sedap banget dilengkapi potongan daging ayam yang pas. Ada beberapa jenis yang bisa kamu pilih, seperti mie ayam biasa, mie ayam mini jumbo, mie ayam jumbo atau mie ayam monster.Alamatnya ada di Jl. Tambak Bayan VII daerah Babarsari, Depok, Sleman (belakang kampus Atmajaya)
4. Mie Ayam Bu Tumini
Mie ayam Bu Tumini ini juga punya julukan unik, yakni Mie Ayam Ndeso. Meskipun begitu mie ayam ini sudah terkenal dan berdiri lebih dari 20 tahun lho. Wajar kalau disebut mie ayam legendaris. Dengan ukuran mie yang panjang serta tebal dapat membuat lidah nagih terus. Apalagi di tambah dengan ayam dan cekernya yang enak. Wah mantap, deh!Alamatnya ada di Jl. Imogiri Timur Nomor 18, Umbulharjo, Sebelah Utara Terminal Giwangan.
5. Mie Ayam Bangka Pak Apo
Dengan irisan potongan ayam yang enak dan taoge rebus menambah krispi yang 'krenyes-krenyes' ketika kita makan. Selain itu, teksturnya lembut dan juga kenyal. Belum lagi tambahan kaldunya yang pasti nendang di lidah. Nah, Warung Pak Apo ini menyediakan mie ayam porsi sedang dan jumbo.Alamatnya ada di Jl. Titi Bumi No.139, Banyuraden, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55293.
6. Mie Ayam Mas No
Kalau kamu suka mie ayam yang super pedas, maka mie ayam Mas No ini jawabannya. Mie ayam gorengnya berwarna cokelat kehitaman ditambah sawi hijau dan potongan daging ayam, bisa dibubuhi tambahan bakso atau daging. Mie ayam ini bisa memanjakan lidah para penggemar pedas nih. Wajib coba!Alamatnya ada di Jl. Bima Sakti No. 1 Gondokusuman, Yogyakarta.
Gimana? Sudah memutuskan mau makan siang mie ayam yang mana hari ini?
Serabi kocor merupakan makanan tradisional yang mungkin sudah mulai sulit ditemukan di kota Yogyakarta.
Serabi kocor adalah makanan yang juga merupakan camilan yang terbuat dari tepung beras dicampur dengan parutan kelapa muda.
Cara memasak serabi kocor yaitu dengan dipanggang menggunakan wajan yang terbuat dari tanah liat.
Dalam proses pembutannya, serabi kocor masih menggunakan cara tradisional, yakni dimasak dengan menggunakan kayu bakar.
Serabi kocor adalah makanan yang juga merupakan camilan yang terbuat dari tepung beras dicampur dengan parutan kelapa muda.
Cara memasak serabi kocor yaitu dengan dipanggang menggunakan wajan yang terbuat dari tanah liat.
Dalam proses pembutannya, serabi kocor masih menggunakan cara tradisional, yakni dimasak dengan menggunakan kayu bakar.
Dalam bahasa Jawa, kocor berarti siram. Hal tersebut berarti serabi kocor akan dihidangkan dengan disiram menggunakan kuah yang terbuat dari santan dan gula jawa.Serabi Kocor Ngadimen merupakan satu warung yang masih memyediakan makanan tradisional tersebut.
Terletak di Jalan Bantul No. 140 A, anyemengan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul warung tersebut buka mulai pukul 17.00-19.30 Wib.
Terletak di Jalan Bantul No. 140 A, anyemengan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul warung tersebut buka mulai pukul 17.00-19.30 Wib.
Saat menikmati serabi kocor tradisional tersebut, pengunjung juga dapat menikmati indahnya senja di kota Yogyakarta.
Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, satu porsi serabi dibandrol dengan harga Rp 2.500 saja.
Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, satu porsi serabi dibandrol dengan harga Rp 2.500 saja.
Dilansir Tribunjogja.com melalui Tribunnews Ngadiem, pemilik warung serabi kocor. telah berjualan sejak 17 tahun yang lalu.
Tentu saja selain lezat, serabi milik Ngadiem sudah melegenda dikalangan wisatawan Yogyakarta. (*)
Tentu saja selain lezat, serabi milik Ngadiem sudah melegenda dikalangan wisatawan Yogyakarta. (*)
Minggu, 19 Agustus 2018
GUNUNGKIDUL seolah tak pernah berhenti memunculkan destinasi wisata baru. Di Kampung Grogol I, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul kini hadir objek wisata anyar. Namanya adalah Taman Nawari.
Kawasan ini berupa kebun bunga seluas sekitar 5.600 meter persegi. Bunga yang ditanam adalah ribuan bunga matahari. Tiket masuknya Rp 6 ribu per orang.
Taman ini dimiliki dan dikelola oleh kakak-adik yakni Warsito dan Agus. Mereka menyatakan, semula mereka membuka usaha resto yang menyajikan makanan khas Bumi Handayani. Untuk menarik minat pembeli, mereka lantas mengelola lahan di sekitar resto menjadi taman bunga matahari.
”Biar menjadi sejuk,” ujar Warsito.
Taman Nawari tak hanya menyuguhkan indahnya bunga matahari. Di kawasan ini juga tersedia sejumlah spot untuk berfoto. Saat musim liburan, jumlah pengunjung hingga 2.000 orang. Kebanyakan pengunjung adalah keluarga. Ada pula anak muda. ”Bunga matahari hanya bisa bertahan mekar selama dua bulan. Kami telah menyiapkan bibit baru untuk mengganti bunga yang sebelumnya.” ujar Warsito.
Taman Nawari juga menjual bibit bunga matahari. Harganya mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per polibag.

SLEMAN – Pedagang Pasar Godean menggelar upacara bendera bertema kebudayaan, Jumat (17/8). Diikuti seluruh pedagang, buruh gendong dan pengurus pasar.
Peserta menggunakan bermacam-macam kostum. Ada yang mengenakan kostum Arjuna dan Hanoman. Ada pula yang mengenakan kebaya dan kain lurik lengkap dengan blangkon. Komando upacara menggunakan bahasa Jawa halus.
Salah satu pedagang Pasar Godean Harpini, 48, mengaku rela menutup tokonya demi mengikuti upacara tersebut. “Upacara bendera cuma sehari, berdagang bisa tiap hari,” ujar Harpini.
Menurut dia makna berjuang bagi pedagang adalah melayani pembeli dengan baik. “Agar tetap membeli di pasar tradisional,” ujar Harpini.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia Komisariat Pasar Godean Rubi Ribut mengatakan upacara tersebut menumbuhkan nasionalisme. “Mengingatkan perjuangan pahlawan,” ujar Rubi.
Kegiatan tersebut juga untuk menjalin silaturahim sesama pedagang. “Kalau gak ada pedagang, sepi pasar tradisional,” ujarnya.
Rubi mengeluhkan banyaknya pasar modern yang bermunculan. Pasar modern mengancam pedagang pasar tradisional. “Pedagang pasar tradisional itu pejuang yang sebenarnya, berjuang untuk bertahan dari modernisasi,” ujar Rubi.
Anggota DPRD DIJ Chang Wendriyanto yang hadir di acara tersebut mengatakan aturan tentang pasar modern harus diperketat. “Kalau pembangunan pasar modern terus dilakukan, bisa habis pasar tradisional,” ujar Chang.
Dia berencana menyampaikan keluhan pedagang ke eksekutif. “Sudah saatnya pemerintah turun tangan, seumpama pasar modern tidak ada izin, lebih baik ditutup,” ujar Chang.
Dia mengapresiasi nasionalisme pedagang pasar Godean. “Saya harap kegiatan yang unik ini bisa diikuti pedagang pasar lain,” ujar Chang.
Rabu, 25 Juli 2018

Akibat peristiwa itu, satu orang warga dari Desa Citamiang meninggal dunia saat mendapat perawatan medis di RS Betha Medika, Cisaat. "Keracunan di dua desa, dari desa kami ada delapan orang, lima di antaranya sudah dibawa ke RS Betha Medika. Pemicunya gara-gara makan tutut dari pedagang keliling," kata Kades Sukamanis Ade Irawan kepada detikcommelalui sambungan telepon Selasa (24/7/2018).
Dia menjelaskan keracunan dirasakan warga pada Minggu (22/7) malam. Menurut pengakuan sejumlah saksi, sebelum merasakan gejala keracunan, siang harinya membeli dan mengonsumsi tutut.
Sementara itu, Kades Citamiang Ajang Sihabudin menyebut saat ini ada sekitar 17 orang warganya yang mengalami keracunan. Mayoritas mendapat perawatan di RS Betha Medika, Ajang juga membenarkan satu warganya meninggal akibat keracunan.
"Satu orang warga kami masih sekolah kelas 2 SMP meninggal dunia saat mendapat perawatan medis di rumah sakit, saat ini saya bersama muspika kecamatan sudah berada di rumah duka sambil memantau korban yang dirawat di rumah sakit," kata Ajang.
Kapolsek Kadudampit Iptu Sarmiyatiningsih mengaku belum bisa memberikan keterangan lengkap. Dihubungi terpisah, Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo membenarkan peristiwa itu.
"Ia betul sudah termonitor anggota sudah di lokasi, untuk info lengkapnya kami masih menunggu laporan," kata Sustyo.
Rabu, 18 Juli 2018

JAKARTA – Pengacara atau Penasehat hukum tokoh Front Pembela
Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, kaget namanya disebut maju menjadi
calon anggota legislatif atau caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP).
Kapitra Ampera, pengacara atau penasehat hukum tokoh FPI
Rizieq Shihab, malah balik bertanya ketika dikonfirmasi Tribunnews.com melalui
saluran telepon terkait caleg PDIP ini, Selasa (17/7/2018).
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristianto
mengungkapkan bahwa penasehat hukum atau pengacara tokoh FPI Rizieq Shihab maju
sebagai caleg PDIP. Hal ini diungkapkan Hasto ketika ditemui di Kantor KPU RI,
Selasa (17/7/2018).
“Nyaleg? Yang ngomong siapa?” tanya Kapitra ketika dihubungi
Tribunnews.com.
“Saya belum pernah ketemu Hasto seumur hidup saya,” tegas
Kapitra.
Ia pun kaget ketika disebut ‘nyaleg’ dari Daerah Pemilihan
(Dapil) Sumatera Barat (Sumbar).
“Apalagi Sumbar, gua binggung itu,” kata Kapitra.
Ia mengaku akan segera melakukan konferensi pers terkait
kabar pencalegannya.
“Besok saya mau konferensi pers tentang itu,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kapitra Ampera maju menjadi calon
anggota legislatif dari PDIP.
Dia maju dari daerah pemilihan Sumatera Barat.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristianto mengungkapkan hal
tersebut.
“Melihat aspirasi masyarakat termasuk di Sumbar,” kata
Hasto, ditemui di kantor KPU RI, Selasa (17/7/2018). (ak.tribun)
Sabtu, 14 Juli 2018
SURABAYA – Dukungan untuk Profesor Yusril Ihza Mahendra untuk maju sebagai calon presiden 2019 kian tak terbendung. Beragam kelompok masyarakat dari berbagai daerah mendeklarasikan dukungan kepada pakar hukum tata negara sekaligus ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut.
Dukungan yang terbaru datang dari kelompok masyarakat nelayan di kawasan Surabaya barat. ”Kami warga nelayan di pantai barat Surabaya menginginkan pada Pilpres 2019 mendatang, Pak Yusril dicalonkan sebagai presiden,” ujar Nur Saekan, wakil dari kelompok nelayan, di kawasan Teluk Lamong, Surabaya, Surabaya (13/7/2018).
Menurut para nelayan, Yusril merupakan tokoh yang sarat dengan pengalaman serta mempunyai kompetensi dalam menata negara ke arah yang lebih baik. ”Profesor Yusril juga mempunyai keberpihakan yang jelas kepada rakyat kecil. Dulu pada saat Pak Yusril sebagai menteri hukum dan HAM tidak ada kesewenang-wenangan terhadap kami para nelayan,” ujarnya
”Kami bisa menangkap ikan dengan nyaman, aman, dan tidak ada gangguan dari para investor yang mau melahap lahan tangkapan kami,” imbuh Nur Saekan diiyakan oleh para nelayan lainnya.
Kondisi berbeda terjadi saat ini. Para nelayan menilai, hukum dipermainkan. Wilayah nelayan dihabiskan untuk reklamasi dan pelabuhan, sehingga para nelayan harus mencari ikan dengan jarak yang lebih jauh.
Para nelayan juga dibayang-bayangi oleh kriminalisasi yang berlebihan akibat kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang sewenang-wenang dan tidak pernah mau mendengarkan jeritan hati para nelayan.
”Semoga orang seperti Profesor Yusril bisa menjadi presiden 2019,” ujar Nur Saekan.(beng,ak)
sumber : Abadikini
Selasa, 10 Juli 2018

Pemberian bantuan sebesar 15 juta dolar AS untuk Palestina dibuat sebagai bagian dari rencana Cina memberikan pinjaman lebih dari 23 miliar dolar AS kepada negara-negara Arab. "Dana ini akan dialokasikan untuk proyek-proyek yang akan menghasilkan peluang kerja yang baik dan dampak sosial yang positif di negara-negara Arab yang memiliki kebutuhan rekonstruksi," kata Xi, dikutip laman The Times of Israel.
"Cina menyambut peluang untuk berpartisipasi dalam pengembangan pelabuhan dan pembangunan jaringan kereta api di negara-negara Arab sebagai bagian dari jaringan logistik yang menghubungkan Asia Tengah dengan Afrika Timur dan Samudra Hindia dengan Mediterania," ujar Xi menambahkan.
Xi mengatakan posisi negara-negara Arab yang berada di pusat rute Jalur Sutra pada masa lampau, telah membuat mereka menjadi mitra dalam usaha baru Cina. "Masyarakat Cina dan Arab, meskipun berjauhan dalam jarak, sedekat keluarga," ujarnya.
Oleh sebab itu, Xi berharap pertemuan dapat berakhir dengan kesepakatan mengenai kerja sama atas inisiatif tersebut. Menurut Xi, Cina juga telah menyediakan 151 juta dolar AS untuk negara-negara Arab dalam rangka pembangunan kapasitas untuk pemeliharaan stabilitas. Selain itu, akan disiapkan pula dana sebesar 91 juta dolar AS untuk bantuan kemanusiaan bagi Suriah, Yaman, Yordania, dan Lebanon.
Sejak menjabat sebagai presiden, Xi telah mengawasi langsung upaya perluasan pengaruh Cina di Timur Tengah dan Afrika. Pengaruh ditancapkan melalui arus investasi dan pinjaman dana dalam skala besar. Hal tersebut memicu kekhawatiran, terutama bagi negara-negara yang dinilai tak akan sanggup melunasi pinjaman Cina.
Tahun lalu, Sri Lanka terpaksa menyerahkan mayoritas kendali pelabuhan Hambantota ke Cina. Hal itu terjadi setelah Sri Lanka tak dapat membayar pinjaman yang diberikan oleh Negeri Tirai Bambu tersebut.
Rabu, 04 Juli 2018

Jakarta – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, fenomena kemenangan kotak suara kosong pada pilkada Kota Makassar harus menjadi eveluasi bagi elite dan partai politik. “Ini mestinya jadi tamparan keras bagi partai politik dan elite untuk berbenah,” kata Titi kepada Tempo, Ahad, 1 Juli 2018.
Menurut Titi, kejutan kemenangan kotak kosong pada pilkada bercalon tunggal di Kota Makassar mengindikasikan bahwa pemilih mulai mampu melakukan konsolidasi diri untuk melawan oligarki elite partai politik yang memaksakan pengusungan calon tunggal. “Ini jadi pembelajaran dan evaluasi bagi parpol agar tidak menyepelekan aspirasi dan kehendak politik rakyat,” katanya.
Dalam catatan Perludem, penyelenggaraan pilkada bercalon tunggal terus meningkat tiap tahunnya. Misalnya, Titi menyebutkan pada 2015 ada 3 daerah yang memiliki calon tunggal, pada 2017 ada 9 daerah, dan pilkada 2018 ada 16 daerah. Selama ini, kata Titi, keberadaan calon tunggal dianggap oleh partai politik sebagai tiket yang mudah dalam meraih kemenangan, dengan menghindari kompetisi antarpasangan calon.
Dengan kemenangan kotak kosong di Kota Makassar, Titi mengatakan bahwa ternyata rakyat tidak bisa dipaksa memiliki logika yang sama dengan partai. “Sehingga kalau selama ini dianggap pemilih itu bodoh, tidak mengerti, ternyata Makassar membalikan logika-logika itu,” kata dia.
Pilkada Wali Kota Makassar hanya diikuti pasangan calon tunggal, yakni Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi. Namun, pasangan ini justru kalah dengan kolom kotak kosong saat Pilkada yang digelar pada Rabu, 27 Juni 2018.
Pemilihan Wali Kota Makassar awalnya diikuti dua pasangan calon, yakni, Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto-Indira Mulyasari dan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika. Belakangan, KPU Makassar mencoret Danny Pomanto dan pasangannya tersandung kasus hukum. Sebelum dicoret, pasangan Danny-Indira akan maju dari jalur independen. Sementara pasangan Munafri-Andi diusung koalisi gemuk 10 partai politik NasDem, Golkar, PAN, Hanura, PPP, PDI-P, Gerindra, PKS, PKPI, dan PBB.
Sejumlah quick count lembaga survei menempatkan suara kolom kosong unggul dengan perolehan 53 persen di Pilwakot Makassar. Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, tidak ada yang aneh dengan fenomena menangnya kotak kosong. “Semua ini kan bisa terjadi karena MK membuka peluang jika Pemilu bisa dilakukan walaupun hanya ada calon tunggal,” ujar Arief Budiman, pada Sabtu, 30 Juni 2018.
Sumber: Baca sumberi

Hal itu dikatakan ekonom senior, Rizal Ramli, dalam diskusi “Debat-Tak Debat: Utang Besar Untuk Siapa?” di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7).
“Enggak mungkin (ekonomi) kita bisa tumbuh lebih dari 6 persen. Karena begitu ketinggian, utang nambah, harus direm. Ada rem otomatis, harus diturunkan,” ujar Rizal.
Mantan Menko Perekonomian itu mencontohkan beberapa negara Asia yang mengalami kebangkitan ekonomi. Misalnya, Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi 12 persen selama 20 tahun setelah hancur lebur karena Perang Dunia (PD) II.
“Jepang tumbuh 12 persen dalam 20 tahun setelah Perang Dunia II. China ikut Jepang, tumbuh 12 persen selama 25 tahun,” tuturnya.
Ekonomi negara-negara tersebut bisa tumbuh pesat karena mereka tidak mengikuti saran International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia.
“Mereka tidak pakai cara-cara ikut syarat IMF dan Bank Dunia. Tidak andalkan utang. China utangnya tidak ada, kecuali domestik,” tambahnya.
Jelas Rizal, Indonesia saat ini berada di posisi pertumbuhan tingkat menengah. Padahal, berpuluh tahun lalu tepatnya tahun 1967, tingkat pendapatan semua negara di Asia relatif sama yaitu 100 dolar AS per orang. Bahkan China lebih miskin dari Indonesia dengan pendapatan 50 dolar AS per orang.
“Hari ini Korea 10 ribu dolar, sepuluh kali kita. Thailand dua kali kita, Malaysia tiga kali kita. Apa kita engga pernah mikir para intelek ini? Kita dulu sama miskin, 45 tahun kemudian beda,” ucap Rizal.
Rizal menganalisa penyebab dari kemandekan ekonomi Indonesia adalah dua faktor.
“Korupsi salah satunya. Yang kedua, garis ekonominya. Kebijakan ekonominya manut sama Bank Dunia dan IMF. Enggak ada negara hebat ikut syarat Bank Dunia dan IMF,” tegas Rizal.(kl/rakyatmerdeka)

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak akhirnya ditahan penyidik lembaga antikorupsi atau KPK Malaysia pada Selasa, 3 Juli 2018. Najib ditahan setelah sebelumnya diperiksa terkait kasus korupsi.
Penahanan Najib disampaikan oleh seorang sumber penyidik yang tak mau disebutkan namanya sebagaimana dilansir laman The Sydney Morning Herald. Penahanan itu disebut sudah menjadi keputusan KPK Malaysia sebelumnya.
Sementara bulan lalu, Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan, bahwa otoritas sedang mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan Najib terkait kasus korupsi program negara 1MDB.
Rumah, properti dan barang-barang mewah milik Najib dan istrinya juga sebelumnyas udah disita.
Penindakan hukum dilakukan terhadap Najib tak lama setelah dia tumbang di Pemilu, kalah dari rivalnya Mahathir Mohamad yang berusia 92 tahun. Saat ini pemerintahan Malaysia dijalankan oleh koalisi Pakatan Harapan.
Sementara dilansir laman Channel News Asia, pengacara keluarga Najib sudah membenarkan bahwa dia ditahan. Namun Najib Razak hanya ditahan di rumahnya per hari ini. (mus)
Sumber: viva
Kamis, 26 April 2018
JAKARTA – Katua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra menyindir Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang menyakan isu TKA digunakan untuk kepentingan politik. Hal itu dikatakan Jokowi saat pelepasan ekspor mobil Xpander Mitsubishi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara , Rabu, (25/4/2018).
“Ya jelas saja, ini perusahaan Jepang. Masa perusahaan Jepang akan pekerjakan TKA dari Tiongkok. Coba resmikan perusahaan China, pastikan berapa tenaga kerjanya yang lokal dan yang didatangkan dari Tiongkok,” tulis Yusril di akun Twitter prinadinya, Rabu (25/4/2018).
Menurut Pakar Hukum Tata Negara, presiden berulangkali mengatakan bahwa ada yang komplain bahwa prosedur perizinan TKA berbelit2, sehingga diperlukan Perpres baru untuk memudahkannya.
“Sejujurnya, siapa yang komplain itu Pak Presiden? Kita ini melayani siapa, bangsa sendiri atau melayani siapa?,” ujar Yusril.
Kuasa Hukum KSPI ini menegaskan, Pemerintah selalu saja berdalih ada jutaan TKI kerja di LN, negara lain tdk protes, kok kita protes membanjirnya TKA ke sini. Mereka tdk protes karena mereka butuh TKI kita.
“Kita protes karena kita tidak butuh TKA. Disini msh banyak yg miskin dan nganggur, untuk apa TKA?,” tagas Yusril.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut isu negatif soal Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) digunakan untuk kepentingan politik. Padahal, Perpres TKA bertujuan menyederhanakan prosedur administrasi bagi pekerja asing di Indonesia.
“Sebetulnya yang kita reform adalah bagaimana menyederhakan prosedur administrasi untuk TKA. Jadi berbenah (sederhanakan administrasi). Inilah yang namanya politik,” ujar Jokowi saat pelepasan ekspor mobil Xpander Mitsubishi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara , Rabu, 25 April 2018. (abadikini.com)
Rabu, 25 April 2018
Ada hikmah tersembunyi di balik pelemahan rupiah terhadap dolar AS pada bulan April 2018, yang hampir menyentuh Rp 14.000 per dolar AS.
Hikmahnya, adalah membuka fakta tentang masih lemahnya ekonomi Indonesia. Fakta itu adalah jebloknya surplus perdagangan Indonesia pada periode Januari hingga Maret 2018.
“Surplus perdagangan Januari hingga Maret 2017 adalah 4,09 miliar dolar AS, sementara Januari hingga Maret 2018 hanya 0,28 miliar dolar AS. Anjlok hampir 15 kali lipat! Jika surplus perdagangan anjlok, nilai tukar cenderung tertekan, kecuali jika ada faktor lain yang kuat melawan efek anjloknya neraca perdagangan,” ujar ekonom senior Indef, Dradjad H Wibowo, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/4).
Dradjad tak tahu mengapa data anjlok di atas lolos dari perhatian, terutama pejabat terkait. Padahal, data di atas menjadi faktor yang signifikan membuat rupiah melemah. Karena itu, Dradjad tidak setuju jika dikatakan pelemahan rupiah kali ini karena faktor eksternal.
“Sebagian pejabat pemerintah dan BI memang senang memakai alasan ini ketika rupiah melemah. Namun saat rupiah menguat, langsung diklaim sebagai hasil kinerja pemerintah atau BI. Benar ada pengaruh faktor eksternal, terutama kebijakan The Fed. Namun hal ini sudah diperhitungkan oleh pasar sejak Januari hingga Februari 2018,” tegas Dradjad, yang juga anggota Dewan Kehormatan PAN.
Fakta lain yang bisa dibaca, sambung Dradjad, adalah bahwa pertumbuhan ekonomi tetap gagal keluar dari “jebakan 5 persen.” Padahal pembangunan infrastruktur digenjot besar-besaran. Di negara lain, misalnya dengan melihat pengalaman berbagai negara seperti AS, pada saat depresi besar, masifnya pembangunan infrastruktur itu mampu melonjakkan pertumbuhan.
“Kalau di Indonesia gerojogan belanja infrastruktur nggak ngefek ke pertumbuhan, tampaknya ini karena kondisi dunia usaha. Sudah tiga tahun-an ini para pelaku usaha ngos-ngosan. Banyak yang cerita ke saya, betapa sulitnya bisnis mereka tiga tahun terakhir ini. Mulai dari pengusaha properti hingga pedagang baju, hingga konsultan dan sebagainya,” ungkap Dradjad.
Di antara keluhan pelaku usaha itu, sambung Dradjad, adalah seperti penjualan susah, marjin tipis dan hidup dikejar-kejar pajak. Padahal, nilai tambah yang para pelaku usahan kreasikan dan distribusikan menjadi lokomotif bagi konsumsi rumah tangga dalam perekonomian.
“Entah mengapa kondisi lapangan yang riil seperti ini terkesan lolos dari data BPS. Tapi, fakta bahwa lonjakan belanja infrastruktur nggak ngefek ke pertumbuhan adalah bukti awal yang sahih tentang lemahnya ekonomi dan bisnis,” sambung Dradjad.
Dradjad menambahkan, jika saja belanja infrastruktur tidak melonjak besar-besaran, dengan kenaikan hanya setara dengan jaman Presiden SBY, maka rasa-rasanya pertumbuhan ekonomi hanya berkisar sedikit di atas 4 persen. Soalnya, sudah tidak tahun belanja infrastruktur digenjot, namun pertumbuhan tetap mentok sekitar 5 persen.
“Berarti, ada mesin pertumbuhan ada yang macet. Ini harus segera diatasi,” demikian Dradjad. (rmol)
Sabtu, 07 April 2018

Mantan gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat baru-baru ini mendapatkan penolakan dari sejumlah tokoh adat melayu karena Kelompok masyarakat di Kabupaten Langkat berencana memberikan gelar Datuk kepada Djarot.
Tokoh Masyarakat melayu Tengku Fahrizal menjelaskan perlu diketahui, dalam adat dan resam budaya melayu, yang memberikan anugerah gelar adat adalah pemangku adat.
Pemangku adat, dalam hal ini sultan, memiliki hak preogratif untuk memberikan gelar kepada seseorang berdasarkan kriteria. Bukan sebatas tokoh atau orang yang dikagumi masyarakat.
“Pemberian gelar merupakan hak preogratif sultan dengan pertimbangan atas jasa seseorang atas sumbangsih terhadap kemajuan bagi negeri,” ungkap Fahrizal dikutip dari laman Berita RMOLSumut, Sabtu (7/4/2018).
Lebih lanjut Fahrizal menjelaskan melayu memiliki identitas yang sama dengan budaya Islam. Sebab itu, kriteria dan penganugerahan mengikuti kaidah hukum adat dan syariat islam.
Menurutnya penganugerahan gelar datuk kepada Djarot berbau politis dan tidak sesuai dengan norma yang ada.
Fahrizal juga menilai sangat wajar jika masyarakat melakukan penolakan terhadap penganugerahan gelar kepada Djarot.
“Penolakan ini bukan karena politik, tapi ada kaidah adat yang tidak sesuai. Gelar adat tidak bisa diberikan oleh lembaga atau datuk, ada kaidah, ” tegas Fahrizal. (bob.ak/rmol)

Menurur Amron, penistaan agama Sukmawati melalui puisinya berjudul “Ibu Indonesia” itu lebih parah dibanding kasus penistaan agama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang menyinggung surah Al-Maidah 51.
“Puisi yang dibacakan itu lebih parah dibandingkan pernyataan Ahok. Pernyataan Ahok dulu itu, kan, spontan. Kalau kasus Sukmawati, kan, puisi. Artinya, telah lebih dulu dikaji,” kata Amron di Polda Metro Jaya, seperi dilansir JPNN, Selasa (3/4/2018).
Menurut Amron, puisi Sukmawati yang menyinggung syarif Islam, cadar dan suara Adzan telah membuat gaduh umat Islam. Hal itu tentu tak bisa dibiarkan dan pihak kepolisian harus bertindak cepat.
“Dia sebagai orang Islam jangan seperti itu, lah. Maksudnya, jangan pakai bahasa kontroversial yang membuat geram dan gerah umat lain,” katanya.
Lebih lanjut, Amron menegaskan bahwa dirinya melaporkan Sukmawati secara pribadi. Kendati demikian, dia berjanji akan menyampaikan kepada Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta, tentang apa yang telah dilakukannya terkait kasus Sukmawati itu. (publiknews)

Menurut kakaknya, Rachmawati Soekarnoputri, tanda-tanda ke arah Islamophobia Sukma itu sudah tampak sejak beberapa waktu lalu.
Menurut Rachma, dirinya pernah diprotes keras oleh Sukma saat ikut menuntut agar proses hukum terhadap Basuki Tjahja Purnama yang mempermainkan surat Al Maidah ditegakkan.
“Dia keberatan saya ikut memperjuangan penegakan hukum pada aksi 411 tahun 2016. Saat penguasa mengatakan, aksi itu ditunggangi tokoh nasional, Sukma juga mengatakan saya mau makar,” kata Rachma lagi.
Menurut Rachma, Islamophobia yang menjangkiti Sukma bukan karena Bung Karno tidak membekali anak-anaknya dengan ajaran Islam.
“Ini juga membuat saya sedih, karena puisi Sukma dikaitkan dengan ajaran Bung Karno. Padahal, Bung Karno sudah cukup membekali anaknya dengan ajaran Islam. Bahwa ada yang menjadi abal-abal, itu pilihan masing-masing anak,” demikian Rachma. [rakyatmerdeka]





