Oleh Nadya Valose
Foto : Profil Facebook Nadya Valose
Tiba-tiba ada Perpu Ormas, tidak apa-apa nanti kalah di judicial review, yang penting bisa bikin suasana panas.
Tiba-tiba ada revisi undang-undang MD3, tidak masalah walaupun akan kalah di MK, yang penting tokoh bijak yang tidak setuju bisa tampil mengangkat citra sebagai pahlawan tanpa guna.
Tiba-tiba banyak muncul orang gila menyerang, suasana jadi tidak tenang, yang penting bisa menggiring situasi menuju sasaran dan umat gaduh mencari siapa dalang, akhirnya lupa agenda perjuangan.
Tiba-tiba ada ormas yang kesibukannya ributin ormas lain, padahal sejak dulu tidak punya kegiatan dan prestasi, seperti biduan nakal yang baru dapat panggung, tiap hari ramai memancing adu urat leher sambil lempar caci dan maki.
Tiba-tiba ramai lagi postingan polemik tahlilan dan doa qunut, padahal yang posting dulu rajin posting bela ahok terus, kok kini jadi giat posting tahlil dan qunut, isue yang puluhan tahun sudah berlalu dan di lupakan, sekarang di munculkan lagi, ada apa yaa..?
Tiba-tiba ada penangkapan anggota komunitas hoax, walaupun ternyata komunitas hoaxnya terbukti pakai label komunitas orang waras. (ora opo-opo, sing penting geger, lagi-lagi strategi pemecah gelombang konsentrasi..)
Tiba-tiba ada yang kalap soal mahar politik dan bikin gempar sejagad nusantara. Bolak-balik televisi tayang ulang melebihi iklan tolak angin, semua politisi dan partai pura-pura kaget, seolah-olah barang haram, padahal sejak dulu mahar politik makanan sehari-hari sejak partai berdiri.
Tiba-tiba ada aktivis yang berubah arah dukungan, entah yang berubah sikap moral atau sikap politiknya, entah caper atau memang laper, entah keblinger atau ada yang nyawer.
Tiba-tiba muncul wacana, dua profil beda kualitas mau di sandingkan dalam satu kapal, nakhoda di jadikan kelasi, jenderal di jadikan kopral, walaupun mustahil dan cuma basa-basi, yang penting bisa bikin heboh, jadi polemik dan debat kusir, konsentrasi umat terusik lagi.
Sepertinya kejutan demi kejutan akan terus bermunculan hingga di penghujung pemilihan pemimpin negeri. Opini demi opini terus di bentuk dan di publikasi demi mengangkat reputasi citra penguasa dan menggilas oposisi.
Banyak pengalihan fokus dan konsentrasi di jadikan strategi untuk menguras energi pihak oposisi. Sementara diam-diam fasilitas negara dan birokrasi di jadikan sarana lakukan lobi-lobi.
Jangan mudah dan cepat terhipnotis dengan setiap fenomena yang menyita perhatian selama masa-masa kompetisi pemilihan pemimpin negeri ini. Sekecil apapun fenomena baru yang tiba-tiba muncul untuk menarik fokus dan konsentrasi, wajib di curigai sebagai bagian dari strategi mengalihkan perhatian umat.
Jangan lupa, banyak konsultan-konsultan komunikasi besar yang di bayar untuk mengatur strategi memenangkan kompetesi kekuasaan ini. Segala bentuk skenario yang aneh-aneh pun asalkan bisa mengalihkan perhatian akan di gunakan.
Bahkan bukan mustahil, fenomena remeh temeh sepertiParijem si Ratu Youtube atau ritual haji islam nusantara juga merupakan bagian dari skenario menyedot fokus dan konsentrasi umat agar gagal fokus dan teralih konsentrasi dari agenda perjuangan.
Tak mengapa melirik sejenak dengan fenomena baru diluar konteks perjuangan, namun segera back to basic pada agenda memenangkan pemimpin muslim yang amanah, fatonah dan sidiq bagi negeri yang kita cintai ini.
Waspadalah, waspadalah..!!
Nadya Valose.
sumber : facebook
Foto : Profil Facebook Nadya ValoseTiba-tiba ada revisi undang-undang MD3, tidak masalah walaupun akan kalah di MK, yang penting tokoh bijak yang tidak setuju bisa tampil mengangkat citra sebagai pahlawan tanpa guna.
Tiba-tiba banyak muncul orang gila menyerang, suasana jadi tidak tenang, yang penting bisa menggiring situasi menuju sasaran dan umat gaduh mencari siapa dalang, akhirnya lupa agenda perjuangan.
Tiba-tiba ada ormas yang kesibukannya ributin ormas lain, padahal sejak dulu tidak punya kegiatan dan prestasi, seperti biduan nakal yang baru dapat panggung, tiap hari ramai memancing adu urat leher sambil lempar caci dan maki.
Tiba-tiba ramai lagi postingan polemik tahlilan dan doa qunut, padahal yang posting dulu rajin posting bela ahok terus, kok kini jadi giat posting tahlil dan qunut, isue yang puluhan tahun sudah berlalu dan di lupakan, sekarang di munculkan lagi, ada apa yaa..?
Tiba-tiba ada penangkapan anggota komunitas hoax, walaupun ternyata komunitas hoaxnya terbukti pakai label komunitas orang waras. (ora opo-opo, sing penting geger, lagi-lagi strategi pemecah gelombang konsentrasi..)
Tiba-tiba ada yang kalap soal mahar politik dan bikin gempar sejagad nusantara. Bolak-balik televisi tayang ulang melebihi iklan tolak angin, semua politisi dan partai pura-pura kaget, seolah-olah barang haram, padahal sejak dulu mahar politik makanan sehari-hari sejak partai berdiri.
Tiba-tiba ada aktivis yang berubah arah dukungan, entah yang berubah sikap moral atau sikap politiknya, entah caper atau memang laper, entah keblinger atau ada yang nyawer.
Tiba-tiba muncul wacana, dua profil beda kualitas mau di sandingkan dalam satu kapal, nakhoda di jadikan kelasi, jenderal di jadikan kopral, walaupun mustahil dan cuma basa-basi, yang penting bisa bikin heboh, jadi polemik dan debat kusir, konsentrasi umat terusik lagi.
Sepertinya kejutan demi kejutan akan terus bermunculan hingga di penghujung pemilihan pemimpin negeri. Opini demi opini terus di bentuk dan di publikasi demi mengangkat reputasi citra penguasa dan menggilas oposisi.
Banyak pengalihan fokus dan konsentrasi di jadikan strategi untuk menguras energi pihak oposisi. Sementara diam-diam fasilitas negara dan birokrasi di jadikan sarana lakukan lobi-lobi.
Jangan mudah dan cepat terhipnotis dengan setiap fenomena yang menyita perhatian selama masa-masa kompetisi pemilihan pemimpin negeri ini. Sekecil apapun fenomena baru yang tiba-tiba muncul untuk menarik fokus dan konsentrasi, wajib di curigai sebagai bagian dari strategi mengalihkan perhatian umat.
Jangan lupa, banyak konsultan-konsultan komunikasi besar yang di bayar untuk mengatur strategi memenangkan kompetesi kekuasaan ini. Segala bentuk skenario yang aneh-aneh pun asalkan bisa mengalihkan perhatian akan di gunakan.
Bahkan bukan mustahil, fenomena remeh temeh sepertiParijem si Ratu Youtube atau ritual haji islam nusantara juga merupakan bagian dari skenario menyedot fokus dan konsentrasi umat agar gagal fokus dan teralih konsentrasi dari agenda perjuangan.
Tak mengapa melirik sejenak dengan fenomena baru diluar konteks perjuangan, namun segera back to basic pada agenda memenangkan pemimpin muslim yang amanah, fatonah dan sidiq bagi negeri yang kita cintai ini.
Waspadalah, waspadalah..!!
Nadya Valose.
sumber : facebook
