Minggu, 21 Januari 2018

Oleh: Mas Alamil Huda, Iit Spetiyaningsih
Pemberian uang muka (down payment/DP) nol rupiah untuk membeli rumah pertama menjadi salah satu program kampanye pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilgub DKI 2017. Anies-Sandi merasa gerah dengan tingginya DP rumah yang tidak bisa dijangkau masyarakat bawah sehingga meluncurkan program ini.

Sontak saja isu ini pun menjadi bahan perdebatan keras dan sengit, mulai dari ekonom, politisi, hingga regulator terkait properti dan bunga bank. Kalangan kontra menganggap ide DP rumah nol rupiah ini tidak masuk akal dan sulit direalisasikan.

Menurut mereka, DP rumah nol rupiah hanya akan memberatkan perbankan di mana diprediksi akan banyak kredit macet muncul. Kedua, program Anies-Sandi ini dianggap melanggar aturan Bank Indonesia (BI) karena BI sudah mengatur besaran DP rumah hingga kendaraan bermotor.

Kalangan kontra menilai, DP nol rupiah dengan skema yang ditawarkan Anies-Sandi pun tidak mungkin bisa dinikmati masyarakat bawah. Hanya mereka dengan penghasilan di atas Rp 7 juta saja yang bisa mengambil program ini.

DP rumah nol rupiah pun menjadi begitu kontroversial. Bahkan, akademisi dari kampus ternama pun menghujat program ini sebagai gimik dagangan untuk meraih suara pada Pilgub DKI. Sebuah ide yang mustahil dijalankan tetapi telanjur memikat masyarakat.

Tapi Anies-Sandi terus jalan dengan programnya ini, karena memiliki rumah adalah hak dasar yang harus dipenuhi negara kepada rakyatnya. Hasilnya, pada Kamis (18/1), pembangunan rumah dengan skema uang muka nol rupiah untuk rumah susun sederhana milik (rusunami) sudah dimulai di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) hunian tersebut disaksikan warga dan media. "Salah satu janji dalam kampanye kami kemarin adalah mewujudkan perumahan yang terjangkau oleh warga, dan hari ini tanggal 18 Januari 2018, kami mewujudkan janji itu dengan melakukan groundbreaking," kata Anies.

Rusunami ini memiliki 20 lantai dengan 703 unit (rumah) yang terdiri atas 513 unit untuk tipe 36 dan 190 unit tipe 21. Rumah ini akan diperuntukkan bagi warga yang berpenghasilan di bawah Rp 7 juta per bulan. Harga per unitnya untuk yang tipe 36 sebesar Rp 320 juta dan tipe 21, Rp 185 juta.

Anies mengatakan, pihaknya akan menyiapkan fasilitas transportasi. Pemprov DKI sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Transjakarta. Dengan begitu, warga yang tinggal di sini akan memiliki akses transportasi umum massal yang mudah.

Pemprov pun akan memanfaatkan program kredit perumahan rakyat (KPR) bersubsidi atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari pemerintah pusat. Pemprov DKI akan menyubsidi DP satu persen yang disyaratkan program FLPP. "FLPP itu artinya dengan skema satu persen lalu yang satu persennya dari kita," kata Anies.

FLPP menyaratkan DP untuk KPR bersubsidi sebesar satu persen. Pemprov DKI, kata Anies, akan menyubsidi satu persen DP tersebut dengan APBD DKI. Ini artinya warga ibu kota tak perlu membayar uang muka rumah alias nol rupiah.

FLPP merupakan pembiayaan perumahan dengan skema subsidi dari pemerintah, bekerja sama dengan bank nasional yang telah menyediakan fasilitas tersebut. Suku bunga FLPP rendah dan flat atau tak berubah selama masa cicilan. Suku bunga untuk program ini hanya lima persen dan jangka waktu cicilan sampai 20 tahun.

Rusunami di Pondok Kelapa ini dengan DP nol rupiah ini memang menjadi program pertama Anies-Sandi untuk memenuhi janji kampanye saat pilgub. Setelah itu, Anies akan melanjutkan pembangunan rumah susun lainnya dan bahkan mengubah rumah susun sederhana sewa (rusunawa) menjadi rusunami dengan pola DP nol rupiah ini.

Langgar aturan BI?

Sejumlah kalangan sempat menuding program ini melanggar aturan ketentuan uang muka (loan to value/LTV) yang dikeluarkan BI. Gubernur BI Agus Martowardoyo menyatakan, program uang muka sebesar satu persen dalam KPR dibolehkan. Asalkan, program itu dilaksanakan oleh pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Untuk Pemerintah Pusat, kata Agus, paling tidak ada tiga jenis fasilitas untuk pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Syarat itu, berpenghasilan di bawah Rp 7 juta dan bentuk fasilitasnya disebut FLPP atau subsidi bunga atau subsidi uang muka," jelas Agus usai menerima kunjungan Gubernur Anies di Gedung BI, akhir pekan lalu.

Menurut Agus, akan sangat baik bila program dari Pemda DKI ini sejalan dengan program pemerintah pusat. Jika seandainya pemda ingin memberikan pembiayaan kepada MBR, lanjut dia, perlu dibuat program sendiri oleh yang dinaungi Perda.

Agus menegaskan, bila itu sudah masuk program pemda, BI tidak keberatan jika LTV turun. "Dari 90 persen atau 85 persen ke yang lebih rendah. Bukan untuk masyarakat umum, hanya untuk MBR. Dan ada kategori bahwa itu program pemerintah," jelas dia.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Sri Noerhidajati merinci bahwa Pemda DKI silakan saja membuat program DP nol rupiah untuk rumah. Yang penting, itu merupakan program resmi pemerintah daerah yang memiliki kekuatan hukum.

Tidak janjikan keuntungan

Asosiasi pengusaha properti Real Estate Indonesia (REI) DKI menilai program DP nol rupiah ini tidak menjanjikan keuntungan secara finansial. Keuntungan itu diharapkan dapat diperoleh dari insentif yang diberikan Pemprov DKI.

"Tentunya itu bukan proyek untung. Karena kalau kita cari untung bukan lewat situ. Kita punya kewajibanlah untuk itu," kata Ketua DPD REI DKI Amran Nukman di Balai Kota, Kamis (18/1).

Kendati demikian, para pengembang juga tak ingin dirugikan. Oleh karena itu, REI berharap insentif dari Pemprov DKI akan dapat membantu mereka mendapatkan keuntungan. Di sisi lain, REI berkomitmen untuk membantu program pemprov.

Tanpa adanya insentif dari pemprov, pembangunan rumah DP nol rupiah dirasa berat. Padahal, perusahaan harus membiayai biaya operasional dan ada tuntutan dari pemegang saham agar perusahaan tersebut terus berkembang.

Wagub Sandiaga mempertimbangkan usul REI terkait insentif kepada para pengembang yang membangun rumah dengan DP nol rupiah. Ia mengatakan usulan itu datang dari Pendiri REI, Ciputra, saat pengukuhan pengurus DPD REI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (18/1).

Sandiaga menjelaskan, salah satu bentuk insentif yang akan diberikan berupa kemudahan perizinan. "Perizinan ini merupakan salah satu hal yang banyak dikeluhkan para pengembang," kata Sandi.

Kini, program kontroversial yang sempat diragukan bisa terealisasi itu pun mulai berjalan. Rakyat miskin atau MBR tidak pusing lagi memikirkan DP rumah.

"Kami menyebutnya janji bukan program, mengapa? Karena janji harus dilunasi. Kalau kita sebut program, nanti di ujung bisa ditambahi kata 'mohon maaf programnya tidak bisa terlaksana karena a b c d'," kata Anies.

Janji, ungkap Anies, merupakan komitmen yang harus dilaksanakan. Ia menyatakan tak ingin ada janji selama masa kampanye yang tidak dijalankan dalam kurun periode kepemimpinannya hingga 2022 nanti.

Artikel ini pernah muncul di Republika.co.id tanggal 21 Januari 2018 dengan judul yang sama.
ilustrasi
SURABAYA -- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Zulkifli Hasan mengungkapkan perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Miras di DPR. Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu pun mengatakan, saat ini sudah ada delapan fraksi di DPR yang menyetujui minuman keras dijual bebas di warung-warung.


"Sekarang ini sudah ada delapan partai politik di DPR yang menyetujui minuman keras dijual di warung-warung," kata Zulkifli di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jalan Raya Sutorejo Nomor 59, Mulyorejo, Surabaya, Sabtu (20/1).

Namun demikian, Zulkifli enggan mengungkapkan nama-nama partai politik yang fraksinya di DPR menyetujui minuman keras dijual bebas di warung-warung tersebut. Zulkifli hanya menegaskan jika partainya, yakni PAN menolak keinginan tersebut.

"Sudah delapan partai yang setuju (miras dijual di warung-warung), mudah-mudahan berubah. Enggak tahu saya (partai apa saja yang menyetujui) yang pasti PAN nolak. Yang lain urusan partai lain," ujar Zulkifli.
Zulkifli berpendapat, soal peredaran minuman keras tersebut memang harus ditolak tegas. Sebab menurutnya itu akan berpengaruh buruk terhadap ketahanan nasional dan menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.

"Soal miras itu harus kita tolak tegas. Di negara maju model Amerika saja itu diatur ketat, dibatasi. Ini menyangkut masyarakat Indoneaia, menyangkut ketahanan nasional, memyangkut anak-anak kita. Miras betul-betul harus diatur dengan ketat karena berbahaya," kata Zulkifli. (republika.co.id)

Jumat, 19 Januari 2018

Jakarta, Gatra.com- Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemilu 2019 menegaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum harus melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melaksanakan verifikasi faktual terhadap seluruh partai politik calon peserta pemilu 2019 tanpa ada kecualinya. Dengan tidak melakukan verifikasi faktual maka sama dengan perilaku inkonstitusional terhadap Putusan MK.

“KPU selaku penyelenggara Pemilu menjadi lokomotif utama menindaklanjuti Putusan MK ini,” kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini mewakili Koalisi Masyarakat Sipil dalam rilis yang diterima Gatra,com, Kamis (18/1). Koalisi Masyarakat Sipil merupakan gabungan dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat(JPPR), Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, KoDe Inisiatif, CORRECT, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Pusat Studi Konstitusi ( PUSaKO) Universitas Andalas.

Dengan putusan tersebut, maka KPU tak hanya melakukan verifikasi faktual pada empat partai politik baru saja. Yakni Partai Garuda, Berkarya, Perindo dan PSI saja. Namun ini juga harus dilakukan kepada 12 parpol lain yang merupakan peserta Pemilu 2014 lalu.

Sebagai informasi, MK telah mengabulkan uji materi dalam Pasal 173 ayat (1) dan (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, tentang Pemilihan Umum. Gugatan tersebut diajukan oleh Partai Idaman. “Mengabulkan permohonan untuk sebagian,” kata Ketua MK Arief Hidayat membacakan putusan di Gedung MK, Kamis (11/1) lalu.

Pasal 173 ayat (1) berbunyi, “Partai Politik Peserta Pemilu merupakan partai politik yang telah ditetapkan/lulus verilikasi oleh KPU”. Sedangkan Pasal 173 ayat (3) berbunyi, “Partai politik yang telah lulus verilikasi dengan syarat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak diverifikasi ulang dan ditetapkan sebagai Partai Politik Peserta Pemilu”.

Terhadap hal itu, KPU pun melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP)dengan Komisi II DPR RI, Selasa (16/1) lalu. Namun putusan itu ternyata diintrepretasikan lain oleh parlemen dengan memaknai putusan itu sebagai verifikasi administrasi.

Dengan demikian, KPU cukup menetapkan ke-16 parpol yang telah lolos tahap administrasi sebagai peserta pemilu 2019.
“Jika KPU tidak melakukan verifikasi faktual terhadap seluruh parpol calon peserta pemilu adalah bentuk dari pengingkaran terhadap putusan MK,” Titi menegaskan. Dalam hal ini, KPU harus menunjukkan sikap percaya diri dan menjalankan mandat konstitusional. “Verifikasi faktual adalah hak yang mutlaq,” pungkasnya.

Sumber: Gatra

Rabu, 17 Januari 2018

Sebuah video rekaman CCTV atau kamera pengintai memperlihatkan detik-detik ambruknya Lantai 1, Tower II, Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (15/1).
Sebelum runtuh, terlihat sejumlah mahasiswa berada di lantai gantung atau mezzanine tersebut, sekitar pukul 11.56 WIB.
Tak lama berselang, terdengar bunyi alarm yang membuat para mahasiswa kebingungan. Peristiwa yang terekam selama 6 detik tersebut, diakhiri dengan runtuhnya lantai.
Terlihat sejumlah mahasiswi asal kampus Gunadarma Palembang itu berusaha lari menyelamatkan diri. Namun nampaknya upaya mereka sia-sia karena lantai lebih dahulu ambruk.
Sebelumnya beredar informasi robohnya lantai gedung tersebut diduga akibat tak mampu menahan beban puluhan Mahasiswa yang tengah melakukan kunjungan pelatihan kerja.
Berdasarkan informasi yang didapat, sebelum gedung roboh, lantai selasar tersebut memang tengah dipenuhi oleh para mahasiswa yang sedang melihat suasana dari aktifitas di Gedung (BEI). Kondisi tersebut terlihat dari laporan korban yang banyak dialami oleh para mahasiswa tersebut.
Sedmentara Kabid Humas Polda Metro Jakarta Pusat mengatakan, ada tiga rumah sakit yang menjadi rujukan beberapa korban atas robohnya Tower II Gedung BEI, Kawasan SCBD tersebut.
“Sementara ada 72 orang luka. Yang diirawat di RSAL Mintoharjo ada 15 orang, di RS MRCCC 30, di RSPP Pertamina 7 orang, dan di RS Jakarta 20 orang, nama-nama lain menyusul,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018).
Jakarta - Komisi II DPR RI selesai menggelar rapat dengar pendapat dengan KPU-Bawaslu-DKPP soal verifikasi parpol guna menindaklanjuti putusan MK terkait pengabulan gugatan uji materi Pasal 173 ayat 1 dan 3 UU Pemilu. Kesimpulan rapat menyatakan Komisi II DPR sepakat 'menghapus' istilah 'verifikasi faktual'.

Rapat digelar di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/1/2018). Ketua KPU Arief Budiman hadir langsung dalam rapat. Meski menghapus istilah 'verifikasi faktual', putusan MK itu tetap diterapkan dalam Pemilu Serentak 2019.

"Melakukan penyesuaian dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang tahapan program dan jadwal penyelenggaraan pemilu dan Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2017 tentang pendaftaran verifikasi dan penetapan parpol peserta pemilu anggota DPR, DPRD yang disesuaikan norma Pasal 172 sampai dengan Pasal 179 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum," demikian bunyi kesimpulan rapat yang dibacakan Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali.

Anggota Komisi II F-Golkar Yandri Susanto mengatakan verifikasi parpol sebenarnya sudah dilakukan KPU melalui pendaftaran parpol lewat sistem informasi partai politik (Sipol). Lagi pula, kata Yandri, PKPU yang mengatur verifikasi faktual bertentangan dengan UU Pemilu karena di dalamnya tidak ada aturan atau norma soal verifikasi faktual.

"Sipol itu sudah sangat ketat, bagi mereka yang asal masuk data kan tertolak. Termasuk nomor rekening, 30 persen perempuan, itu semua diverifikasi. Kalau nggak, kan dikembalikan SK kami," tutur Yandri.

Senada dengan Yandri, anggota Komisi II F-Golkar Ace Hasan Syadzily menyebut norma verifikasi faktual parpol memang hanya tertera di PKPU, dalam hal ini yang bernomor 11 Tahun 2017. Putusan MK, kata Ace, menegaskan proses verifikasi harus mengedepankan asas perlakuan yang adil kepada seluruh partai politik yang hendak menjadi peserta Pemilu 2019.

"Dalam norma UU itu kan sebetulnya verifikasi administratif dan keabsahan. Sembilan indikator dalam UU itu yang harus dilakukan. Karena itu, PKPU harus menyesuaikan kepada UU itu," ucap Ace.

Arief sendiri mengamini bahwa putusan MK tak menegaskan semua parpol harus mengikuti verifikasi faktual. Hanya, MK meminta proses verifikasi harus adil terhadap seluruh parpol yang ingin menjadi peserta pemilu.

"Sebetulnya kalau kita mau baca pertimbangan hukum MK, yang dipentingkan semua diperlakukan adil dan setara. Kalau dokumen, semua dokumen. Kalau faktual, semua faktual. KPU mau menjaga itu," kata Arief.

Soal apakah akan menjalankan kesimpulan hasil rapat dengan Komisi II DPR yang meminta perubahan norma verifikasi faktual dalam PKPU 7 dan 11 Tahun 2017, Arief mengatakan pihaknya akan merapatkannya terlebih dahulu.

"Nanti kita bahas dalam rapat pleno, itu setelah pleno. Malam ini. Saya sudah minta sekjen hubungi komisioner-komisioner," katanya. (Us/Detik)

Selasa, 16 Januari 2018

Pemerintah melalui Kementrian Perdagangan berencana mengimpor 500.000 ton Beras dari Thailand dan Vietnam. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018.

Mendag Engiartiasto Lukito mengatakan, jenis beras yang diimpor pada saat ini merupakan jenis beras khusus yang tidak ditanam di Indonesia, dan memiliki landasan hukum berupa Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018. Sehingga hal ini tidak akan mengganggu produksi dalam negeri.

Masalah data menjadi pokok persoalan terkait krisis beras di negeri ini. Hal ini diungkap pakar ekonomi Rizal Ramli, dimana sesuai pengalaman Rizal, Kemendag dan Bulog selalu mau impor seperti dikutip dari Teropongsenayan.com, Sabtu (13-1-2018).

“Sebab, ada komisi 20-30 dolar per ton. Transaksinya di luar negeri, ‘account’ bank juga berada di luar negeri. Tetapi Kementan, selalu bilang produksi lebih dari cukup. Sebab ini terkait dengan prestasi mereka. Faktanya angka yang benar itu di tengah,” kata Rizal

Yang harusnya menilai, sambung Rizal, Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Dalam sejarahnya, Rizal melanjutkan, uang paling mudah didapat dari komisi impor komoditi. Jadi duitnya, gampang kalau main di beras, kedelai, gula, daging dan lain-lain.

Ia pun heran, ada rapat kebijakan harus impor beras dalam 2-3 hari ini. Sebab, sebentar lagi kan mau panen.

“Stok di gudang Bulog memang 900 ribu ton, tapi itu cukup untuk dua bulan lagi. Panen kan sebentar lagi, Februari Maret, dan Bulog bisa beli,” Rizal menyarankan.

Masalahnya, sekarang Bulog pasif, pada saat panen, tidak beli beras. Padahal seharusnya Bulog tahu berapa yang harus dibeli.


“Saya tidak tahu ini sengaja atau tidak. Meski, memang Bulog sekarang beda dengan dulu yang tak ada bunga kredit, turun langsung dari likuiditas Bank Indonesia. Dan itu tidak benar ini, ini kan sektor strategis,” pungkasnya.

Pemerintah melalui Kementrian Perdagangan berencana mengimpor 500.000 ton Beras dari Thailand dan Vietnam. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018. Namun kebijakan ini menuai banyak penolakan karena terdapat banyak kejanggalan.

Pertama pernyataan yang tidak singkron antara Mentri perdagangan dengan Mentri Pertanian. Kementrian Perdagangan beralasan bahwa telah terjadi kelangkaan beras yang menyebabkan kenaikan harga di beberapa tempat di Indonesia.  Sedangkan menurut Mentri Pertanian stok beras masih mencukupi. Menurut data Kementrian Pertanian stok beras tersedia saat ini ada 1 juta ton beras dan ini menurutnya aman.

Kedua, impor beras dilakukan menjelang musim panen. Ketua Gabungan Kelompok Tani Sri Jaya Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sartam, meminta pemerintah menunda impor beras. "Mohon pemerintah jangan memasukkan beras impor dulu. Ini sebentar lagi kami akan panen," ujarnya, Ahad (14/1).

Menurut dia, di wilayah Banyumas, banyak areal sawah yang mulai memasuki masa panen pada Januari ini. Bahkan musim ini akan berlangsung sampai dengan akhir Maret mendatang.

"Tolong beri kesempatan pada petani untuk menikmati harga yang cukup baik. Kami yakin, kalau pemerintah memasukkan beras impor dalam waktu dekat maka harga beras akan langsung anjlok," kata Sartam, Republika 

Ketiga, impor tidak dilakukan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik, melainkan Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Keempat, Kementerian Perdagangan mengimpor beras premium, bukan beras medium. Yang menjadi persoalan di pasar adalah kelangkaan beras medium yang dikonsumsi hampir 98 persen masyarakat. Sementara beras premium hanya dikonsumsi dua persen penduduk.

Kelima, kebijakan impor beras hanya akan mendemoralisasi dan memiskinkan petani, oleh karena itu berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Dalam pasal 39, impor pangan tidak boleh berdampak negatif terhadap keberlanjutan usaha tani, peningkatan produksi, dan kesejahteraan petani. Padahal, dalam waktu dekat, petani akan memasuki masa panen

Senin, 15 Januari 2018


Pemerintah akhir membuka keran impor beras pada awal tahun ini. Keputusan ini tertuang dalanm Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018. Sebanyak 500.000 ton beras yang akan diimpor pada Januari 2018. Kebijakan ini muncul karena adanya kekurangan beras jenis medium sejak akhir tahun 2017. Akibatnya harga beras di pasaran pun melambung tinggi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, harga beras jenis medium yang banyak dikonsumsi masyarakat selama Desember 2017 naik 2,66 persen dari Rp 9.280 per kilogram menjadi Rp 9.526 per kilogram.

Namun pernyataan tersebut bertolak belakang  dengan permyataan Kementerian Pertanian yang menyatakan bahwa stok beras aman hingga masa panen pada Maret 2018. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut, pihaknya tidak khawatir terkait stok beras, sebab saat ini stok beras nasional mencapai 1 juta ton. "Hari ini stok kurang lebih 1 juta. Kalau ada yang mengatakan ini rendah, itu keliru," katanya Rabu (3/1/2018) lalu(kompas.com

Anehnya, meski yang mengalami kekurangan beras jenis medium tetapi Kementerian Perdagangan malah mengimpor beras premium, bukan beras medium. Yang menjadi persoalan di pasar adalah kelangkaan beras medium yang dikonsumsi hampir 98 persen masyarakat. Sementara beras premium hanya dikonsumsi dua persen penduduk.

Karena yang langka itu beras medium sudah semestinya bukan beras premium yang memang ditujukan kepada orang-orang berduit yang diimpor. Dan anehnya lagi  yang akan mengimport beras bukan Bulog tapi perusahaan swasta yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI).
menjadi persoalan di pasar adalah kelangkaan beras medium yang dikonsumsi hampir 98 persen masyarakat. Sementara beras premium hanya dikonsumsi dua persen penduduk.

Karena yang langka itu beras medium sudah semestinya bukan beras premium yang memang ditujukan kepada orang-orang berduit yang diimpor. Dan anehnya lagi  yang akan mengimport beras bukan Bulog tapi perusahaan swasta yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI).

Jumat, 05 Januari 2018

Salah satu faktor penting dalam kehidupan manusia adalah percaya diri, bahkan hampir semua orang yang kita anggap sukses pasti mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Bill Gates, Steve Jobs, Jack Ma, Elon Musk, dan lain sebagainya adalah orang yang percaya diri.

Menurut saya ada beberapa cara agar kita selalu percaya diri

1. Selalu yakin kepada Tuhan
Sepakati dahulu bahwa semua yang di langit dan di bumi adalah ciptaan Tuhan, semua diatur Tuhan sebagai pemiliknya. Setelah kita yakin atau beriman, maka tidak ada lagi alasan untuk tidak percaya diri (minder, takut, dsb), sebab orang lain yang kita anggap ”lebih” dari kita sebenarnya sedang menjalani takdir yang ditetapkan Tuhan, bukan semata-mata hanya hasil usaha dirinya saja. Sehingga kita akan memperlakukan semua orang dengan rasa hormat tanpa membeda-bedakan berdasarkan keadaannya.

2. Selalu berdoa
Dengan berdoa kita akan yakin segala sesuatu akan diatur Tuhan sebaik mungkin untuk diri kita. Tidak akan ada lagi rasa takut salah, takut malu, takut gagal, takut tidak bisa dalam mengambil suatu kesempatan dan keputusan. Kalaupun hasilnya tidak sesuai keinginan maka tetap berpikiran bahwa memang itu adalah yang terbaik menurut Tuhan. Tetap tenang, Tuhan tidak akan jahat terhadap hambanya.

3. Selalu meningkatkan kemampuan diri
Belajar itu wajib dan tidak ada kata berakhir, setiap manusia harus selalu belajar sampai akhir hayatnya. Perbanyak membaca, silaturahmi, diskusi, perluas pergaulan, tambah wawasan tentang apapun yang pastinya akan berguna dikehidupan kita. Dengan begitu kita akan selalu siap dan mantap dalam menghadapi apapun dan siapapun, sehingga kesempatan atau ujian dalam hidup kita tidak akan terlewatkan dengan sia-sia sedikitpun.

4. Selalu menjaga sikap dan penampilan
Ada anekdot orang Bandung,”Nu penting mah gaya…!!!” Terlepas dari benar atau tidaknya, mari kita ambil positifnya saja. Cara berpakaian yang baik dan gestur tubuh yang baik akan membuat kita merasa nyaman dan orang lain pun akan merasa nyaman terhadap kita sehingga komunikasipun akan lancar. Usahakanlah untuk selalu berpakaian rapi, pas, dan pantas sesuai dengan keadaan lingkungan. Berjalan agak cepat (tapi tidak terburu-buru), tegap, dengan kepala tegak akan memperlihatkan rasa percaya diri tinggi dibandingkan dengan berjalan loyo, bungkuk, dan tertunduk. Biasakan pula duduk dengan tegak, akan memperlancar pernafasan dan pastinya makin banyak oksigen ke otak maka tubuh kita makin segar dan bersemangat. Berbicara pun harus selalu jelas dengan nada dan intonasi yang baik, pastikan lawan bicara dapat mendengarnya dengan sempurna. Selalu memakai wewangian yang cukup serta senyuman akan menambah rasa percaya diri kita.


Semoga berguna dan bisa membuat kita selalu percaya diri kapanpun dan dimanapun. aamiin..
ilustrasi
Kebanyakan dari kita hanya jalani saja hidup ini, syukur-syukur kalau sesuai dengan keinginan, kalaupun engga, paling cari pembenaran bahwaa semua sudah Takdir. Yang bikin konyol adalah apabila keinginan dan kenyataan tidak sinkron dikarenakan tidak jelasnya apa yang kita inginkan.

Pertanyaan sederhana, ingin seperti apakah hidup kita 5, 10, atau 15 tahun yang akan datang? Berbahagialah orang yang bisa dengan cepat, tegas dan jelas dalam menjawabnya, berarti orang tersebut sudah tahu arah hidupnya dan fokus untuk mendapatkannya. Hal ini sangat penting untuk diketahui, karena akan membantu keputusan-keputusan penting yang harus diambil dalam kehidupan. Contoh, apabila anda ingin menjadi seorang pengacara pasti akan mengambil pendidikan dibidang hukum dan tidak akan mengambil jurusan medis.

Ketidakmampuan dalam mengetahui apa yang sebenarnya menjadi keinginan kita bisa jadi akan membuat kita terjebak keadaan sekarang dan menjalani hidup dengan penuh keterpaksaan kemudian ujung-ujungnya takdir lagi yang disalahin. Ini sering sekali terjadi pada kita, di mana kita menjalani hidup sebagaimana standar umum yang ditetapkan masyarakat sekitar kita.
  • Kita memilih karir yang dianggap keren oleh orang lain.
  • Kita mengambil keputusan seperti yang biasa diambil orang lain.
  • Kita menginginkan suatu hal atau barang, karena kebanyakan orang juga menginginkan itu.
  • Kita menentukan definisi, standar dan ukuran kebahagiaan hidup sebagaimana kita lihat pada hidup orang-orang lain.
  • Kalau semua orang kaya punya mobil, kita merasa hidup kita belum lengkap kalau belum memilikinya.
  • Cari pasangan seperti pasangan orang lain
  • Dan sebagainya, yang intinya adalah hidup menggunakan standar orang lain.

 Sebenarnya tidak masalah menggunakan standar orang lain, tapi bila memang itu juga yang kita inginkan. Yang menjadi masalah adalah kalau cuma sekedar ikut-ikutan mengikuti saja apa yang sedang populer di sekitar kita. Hal mengakibatkan kita tidak merasakan kepuasan hidup yang sesungguhnya karena hidup yang kita jalani bukanlah tujuan hidup kita sendiri yang benar-benar kita inginkan/impikan.

Mungkin cara berikut ini bisa membuat kita benar-benar mengetahui apa yang kita inginkan:

1. Perluas wawasan dan ilmu
Selalu banyak cara untuk belajar dan menambah ilmu, bisa dengan membaca, bertanya, atau bergaul dengan komunitas baru yang memberdayakan. Hal ini penting untuk memperkuat atau bahkan menemukan belief (sesuatu yang kita anggap benar) kita yang baru sehingga kita dapat menentukan value (sesuatu yang kita anggap penting atau berharga) dari diri kita yang akan menjadi patokan dalam menentukan keinginan kita.

2. Sediakan waktu khusus untuk merenung / evaluasi diri
Me time, ya itulah istilah jaman sekarang. Bukan sekedar untuk menghilangkan kepenatan tapi juga sebagai sarana untuk mengevaluasi kembali belief dari diri kita apakah selaras dengan value hidup kita. Contohnya belief seorang perempuan adalah cowok ganteng itu playboy, tapi dia menganggap kalau punya pasangan harus ganteng biar gak malu-maluin. Hal tersebut tidak selaras, karena pikiran bawah sadarnya akan menolak dan secara otomatis memerintahkan tubuh untuk waspada terhadap cowok ganteng, bisa berupa grogi, gugup, kikuk, judes, dll, yang penting gimana caranya agar menjauh. Dengan merenung / evaluasi diri diharapkan kita akan bisa memilah lagi mana belief yang harus dirubah atau harus ditambah sesuai dengan value kita.

3. Tuliskan sebanyak-banyaknya keinginan kita
Dengan melakukan hal tersebut, maka otak kita akan dilatih untuk bisa mengetahui keinginan kita. Mungkin awalnya sulit, untuk menulis 10 keinginan saja memerlukan banyak waktu, hal ini dikarenakan otak kita tidak terbiasa untuk menginginkan sesuatu. Makin banyak yang diinginkan akan makin bergairah hidup kita untuk mewujudkannya.

4. Jangan batasi pikiran kita
Berpikir dan bermimpi besar, jangan terlalu merendahkan diri dengan berpikir sempit. Ingat cara kerja otak itu 20% dalam keadaan sadar dan 80% dalam keadaan bawah sadar. Semakin sering kita berpikir besar maka pikiran bawah sadar kita akan terbiasa untuk mendorong kita melakukan hal-hal yang besar pula.

5. Skala keinginan
Setelah kita menuliskan keinginan kita tersebut, maka sekarang saatnya memilah dan menjadikannya dalam satu kesatuan periode tertentu. Manusia diberikan otak kiri yang berfikir secara logis, maka buatlah time frame untuk keinginan-keinginan kita tersebut. Logisnya dalam waktu berapa lama keinginan kita itu dapat terwujud? Jadikan keinginan-keinginan tersebut target jangka pendek, menengah, dan panjang. Selain itu, kita juga diberikan akal untuk bisa membedakan mana yang baik (sesuai dengan apa yang kita butuhkan) dan mana yang jelek (hanya nafsu dan sebenarnya tidak dibutuhkan), sehingga kita bisa mengeliminir keinginan jelek (destruktif) kita.

Semoga dengan selalu berlatih seperti langkah-langkah diatas, kita bisa benar-benar tau apa yang kita inginkan sehingga hidup ini akan menjadi lebih bermakna dan membahagiakan. Karena menentukan tujuan adalah langkah awal meraih keberhasilan.



Dalam menjalani hidup pasti akan terjadi hal-hal diluar keinginan kita, namun hal itu jangan sampai membuat kita menjadi putus asa. Hanya orang-orang yang bermental kuat yang akan terus maju mencapai tujuan hidupnya. Hanya orang-orang yang bermental kuat saja yang akan sukses, bermanfaat, dan bisa mengubah dunia menjadi lebih baik. Menurut Amy Morin, ada beberapa ciri orang yang mempunyai mental yang kuat, yaitu:

1. Orang bermental kuat tidak mengasihani diri sendiri
Alih-alih meratapi dan mengasihani diri sendiri, orang yang bermental kuat tidak akan larut dalam kesedihan dan penderitaan. Mereka mensyukuri atas apa yang mereka punya kemudian tetap berfikiran dan bertindak proaktif secara positif untuk kehidupannya.

2. Orang bermental kuat tidak khawatir akan hal yang diluar kendalinya
Tetap melakukan yang terbaik untuk hal yang bisa mereka kendalikan, tanpa takut terhadap hal yang tidak bisa mereka kendalikan. Maksudnya adalah, mereka tidak fokus terhadap faktor eksternal, namun fokus terhadap faktor internal mereka.

3. Orang bermental kuat tidak takut akan perubahan
Mengharapkan hasil yang lebih baik namun tetap melakukan hal seperti biasanya adalah kebodohan. Setiap orang harus berubah untuk terus tumbuh dan menjadi lebih baik lagi, hal ini merupakan keniscayaan. Ada beberapa tahap yang harus dilalui agar perubahan tersebut efektif, yaitu pra-kontemplasi, kontemplasi, persiapan, tindakan, dan pemeliharaan.

4. Orang bermental kuat tidak takut mengambil resiko yang terukur
Keberanian mengambil resiko adalah hal yang baik, asal resiko itu terukur dan bisa diantisipasi. Pengambilan resiko yang sembrono tanpa ada dasar yang jelas bukanlah ciri orang yang bermental kuat. Mereka menghabiskan waktu untuk menimbang resiko dan manfaat sebelum mengambil keputusan.

5. Orang bermental kuat tidak perlu untuk menyenangkan semua orang
Adalah hal yang wajar apabila ada yang pro dan kontra terhadap keputusan yang kita ambil, orang yang bermental kuat tidak khawatir ada orang yang tidak suka padanya gara-gara keputusan yang mereka ambil, selama keputusan itu lebih banyak manfaatnya bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.

6. Orang bermental kuat tidak terpaku akan masa lalu
Meratapi masa lalu, berandai-andai bisa merubah keputusan yang telah dibuat adalah ciri orang yang bermental lemah. Move on, jalani hari ini sebaik mungkin, prepare untuk hari esok yang lebih baik adalah hal logis terbaik yang bisa kita lakukan.

7. Orang bermental kuat tidak akan mengabaikan kesalahan yang diperbuat
Mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahan yang memang kita buat kemudian mempelajari apa yang salah, apa yang bisa kita lakukan dengan lebih baik, dan bagaimana melakukannya di kesempatan lain, itulah orang yang bermental kuat. Tidak pernah cari alasan atau pembelaan diri secara berlebihan.

8. Orang bermental kuat tidak akan menyerah terhadap kegagalan
Semua keberhasilan pasti ada tahapnya, sangat jarang sekali sukses engan instant. Setiap kegagalan yang terjadi menjadikan motivasi untuk berbuat lebih baik lagi. Thomas Alfa Edison, gagal 9998 kali sebelum menemukan lampu pijar. Untung dia merupakan orang yang bermental kuat, sehingga dunia sekarang bisa merasakan manfaat atas temuannya yang sangat luar biasa itu.

9. Orang bermental kuat tidak takut dalam kesendirian
Tidak tergantung kepada orang lain adalah salah satu ciri berikutnya dari orang yang mempunyai mental kuat. Mereka adalah mahluk social yang memang butuh orang lain, namun itu tidak menjadikan dirinya lemah dengan bergantung kepada orang lain, tidak juga menjadikannya egois dengan tidak memikirkan orang lain. Namun terkadang ada saat kita hanya tergantung kepada diri kita dalam menghadapi berbagai situasi, dan orang yang bermental kuat dapat melaluinya dengan baik.

10. Orang bermental kuat tidak mengharapkan hasil yang instan
Mereka tahu, bahwa perubahan yang efektif dan bertahan lama memerlukan waktu dan proses. Mereka sabar, cepat namun tidak tergesa-gesa, dan sangat memperhitungkan resiko sebelum mengambil keputusan. Terkadang serba instan itu baik, namun efeknya hanya jangka pendek dan masih menyisakan masalah untuk jangka panjang.

11. Orang bermental kuat tidak merasa dunia berhutang kepadanya
Mereka terlahir dengan mentalitas yang beranggapan bahwa orang lain tidak perlu membantu dirinya dalam segala hal, karena orang lain memang tidak berhutang apa-apa kepadanya. Mereka tidak pernah berharap dibantu orang lain, dan akan berterima kasih kalau memang ada yang bisa membantunya.

12. Orang bermental kuat tidak pernah iri dengan keberhasilan orang lain
Mereka menghargai dan merayakan keberhasilan orang lain dalam hidup. Mereka tidak cemburu atau merasa dicurangi ketika orang lain mengungguli mereka karena tahu bahwa keberhasilan datang dengan kerja keras, dan mereka bersedia bekerja keras untuk meraih suksesnya sendiri.

13. Orang bermental kuat tidak memberikan kekuasaan atas diri mereka kepada orang lain
Mereka proaktif dan tidak membiarkan orang lain mengendalikan hidupnya, apalagi sampai keluar dari tujuan hidupnya. Mereka mempunyai tujuan hidup yang jelas dan tahu benar apa yang harus mereka lakukan. Walaupun begitu, semua saran dan kritik dari juga tetap menjadi pertimbangan.

Semoga kita bisa belajar menjadi manusia yang memiliki mental yang kuat sehingga bisa mencapai semua mimpi dan tujuan hidup kita.



Setiap orang pasti pernah merasakan “Bad Mood”, hampir semua mengartikannya dengan Suasana Hati Yang Tidak Baik. Namun menurut saya tidak ada hubungannya dengan hati, tapi dengan pikiran. Sehingga untuk merubah Bad Mood menjadi Good Mood maka yang harus dirubah adalah pemikiran kita.

Berikut cara agar kita bisa merubah Bad Mood menjadi Good Mood dengan cepat :

Bersyukur
Dengan bersyukur dan memikirkan segala hal baik dan nikmat yang kita punya, pikiran kita tidak akan sempat untuk memikirkan hal yang tidak baik. Menurut penelitian Robert A. Emmons, Ph.D., dari University of California, Bersyukur bisa meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga emosi agar tetap positif dan meningkatkan kecerdasan sosial seseorang

Mengatur Pernafasan
Dengan menarik nafas dalam-dalam, tahan sebentar, kemudian hembuskan dari mulut. Hal itu akan membuat oksigen banyak masuk ke otak dan diserap sempurna, memperlambat denyut jantung serta menurunkan tekanan darah yang tinggi sehingga pikiran menjadi jernih dan tubuh menjadi rileks. Selain itu dapat menurunkan kadar hormon kortisol (hormon penyebab stress).

Senyum / tertawa
Ketika kita tersenyum atau tertawa, otak kita akan memproduksi dan melepas hormon endorphin (penghilang rasa sakit) dan hormon serotonin (anti depresi). Sehingga orang yang tersenyum akan merasa lebih tenang, senang, nyaman, bahagia, rileks, dan sebagainya. Senyum juga bisa menular sehingga orang yang kita ajak senyum kemungkinan besar tersenyum juga dan akan mendapatkan manfaat dari tersenyum. Maka dari itulah senyum itu ibadah.

Afirmasi Positive
Afirmasi dilakukan dengan tujuan untuk memberikan sugesti kepada pikiran bawah sadar kita secara kontinyu untuk meneguhkan keyakinan (belief) yang berguna untuk kita. Afirmasi dilakukan dengan mengucapkan dan menghayati (visualisasi) kata / kalimat yang kita inginkan terjadi dalam hidup kita secara berulang-ulang.

Berpelukan
Saat berpelukan, otak akan memproduksi hormon cinta (oxytocin) yang bermanfaat untuk mengurangi rasa cemas dan stress, membuat perasaan nyaman, bergairah, berempati, seksualitas dan lain sebagainya. Selain itu, pelukan juga bisa menstimulasi kelenjar timus sehingga tubuh kita menyeimbangkan produksi sel darah putih yang membuat tubuh sehat karena meningkatnya kekebalan tubuh.

Bergerak
Melompat-lompat, lari, jalan kaki, push up, atau apapun yang kita lakukan untuk merubah posisi atau bergerak akan membuat otak kita melepaskan hormon endorphin. Manfaat bergerak ini  hampir sama khasiatnya dengan tersenyum / tertawa.

Beberapa hal diatas bisa kita lakukan setiap kali kita ingin merubah perasaan kita menjadi lebih baik, semuanya berhubungan dengan pikiran, bukan dengan hati.

Mari kita sama-sama belajar dan mempraktekannya, setiap bangun tidur awali dengan perasaan syukur atas anugrah dan apa yang kita miliki saat ini. Kemudian kita mengatur pernafasan sambil tersenyum dan melakukan afirmasi "Saya bahagia, sehat, bermanfaat, berkelimpahan berkah, dan pasti bisa melakukan apapun yang saya mau. Terima kasih ya Tuhan". Setelah itu peluklah orang yang kita sayangi (Pasangan / Anak / Ibu / Guling / Boneka / dll), kemudian cobalah untuk melakukan olahraga ringan sebelum mandi.


Semoga dengan membiasakan melakukan hal tersebut, kita akan semangat dalam memulai hari dengan bergairah dan bahagia.

Kamis, 28 Desember 2017

UJUB (membangakan diri) dan terpedaya dengan amalan-amalan shalih akan membatalkan pahala-pahala kebaikan yang telah kita peroleh. Pelakunya menyangka dia akan masuk surga hanya dengan amalnya saja.
Seringkali, seorang muslim terperangkap pada dosa ujub dan terpedaya dengan amalan-amalan shalihnya sendiri. Padahal, itulah cara setan untuk menyesatkan manusia dan membatalkan pahala-pahala kebaikan yang telah dilakukannya. Dengan timbulnya ujub di dalam hati, kita akan merasa bahwa kitalah yang lebih baik amalnya dibandingkan orang lain.
Seorang Muslim harus tahu bahwa dia mampu melaksanakan amalan-amalan shalih itu karena karunia dan taufiq Allah. Jangan sampai dia terpedaya dengan banyak amalannya, karena dia tidak tahu, apakah amalannya akan diterima oleh Allah atau tidak? Karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla hanya menerima amalan shalih dari orang-orang yang bertakwa sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Maidah [5]: 27)
Juga seorang Muslim harus tahu bahwa semua amalan-amalan shalihnya tidak sebanding dengan satu nikmat dari nikmat-nikmat yang Allah anugerahkan kepadanya, seperti nikmat penglihatan. Belum lagi, jika seseorang jujur melihat kenyataan, dia akan dapati banyak sekali para hamba Allah Azza wa Jalla yang lebih banyak amalannya dan pahalanya daripada dia. Lalu kenapa dia harus membanggakan amalannya?
Iklan
UJUB (membangakan diri) dan terpedaya dengan amalan-amalan shalih akan membatalkan pahala-pahala kebaikan yang telah kita peroleh. Pelakunya menyangka dia akan masuk surga hanya dengan amalnya saja.
Seringkali, seorang muslim terperangkap pada dosa ujub dan terpedaya dengan amalan-amalan shalihnya sendiri. Padahal, itulah cara setan untuk menyesatkan manusia dan membatalkan pahala-pahala kebaikan yang telah dilakukannya. Dengan timbulnya ujub di dalam hati, kita akan merasa bahwa kitalah yang lebih baik amalnya dibandingkan orang lain.
Seorang Muslim harus tahu bahwa dia mampu melaksanakan amalan-amalan shalih itu karena karunia dan taufiq Allah. Jangan sampai dia terpedaya dengan banyak amalannya, karena dia tidak tahu, apakah amalannya akan diterima oleh Allah atau tidak? Karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla hanya menerima amalan shalih dari orang-orang yang bertakwa sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Maidah [5]: 27)
Juga seorang Muslim harus tahu bahwa semua amalan-amalan shalihnya tidak sebanding dengan satu nikmat dari nikmat-nikmat yang Allah anugerahkan kepadanya, seperti nikmat penglihatan. Belum lagi, jika seseorang jujur melihat kenyataan, dia akan dapati banyak sekali para hamba Allah Azza wa Jalla yang lebih banyak amalannya dan pahalanya daripada dia. Lalu kenapa dia harus membanggakan amalannya?
Iklan
Budayawan Betawi Ridwan Saidi yang hidup di era Partai Komunis Indonesia (PKI) menyebutkan, partai tersebut mulai gencar melakukan teror sejak 1961 hingga akhirnya mereka di'gulung' oleh rakyat. Karena itu, apabila saat ini PKI betul-betul muncul kembali, hanya ada satu kata. "Lawan!" ungkap pria berusia 75 tahun itu di teras rumahnya kepada Republika.co.id, Kamis (28/9).
Awalnya, tahun 1952 mereka direhabilitasi oleh Soekarno setelah pemberontakan Madiun dengan cara para tokoh PKI diterima menghadap ke Istana. Aidit, Lukman, Tan Ling Djie, mereka diterima oleh Bung Karno," kata dia.

Setelah itu, PKI melakukan persiapan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) pada 1955. Menurut Ridwan, mereka mengerahkan gelandangan pengemis untuk mendukung mereka. PKI memenuhi Jakarta dengan yang Ridwan sebut gembel.

"Penuh Jakarta itu dengan gembel, dan mereka diproses oleh jaringan PKI di kelurahan untuk mendapatkan KTP. Sehingga, hasil Pemilu itu, PKI menduduki posisi keempat untuk pemilihan anggota DPR," ungkap Ridwan.

Pada Pemilu 1955 tersebut, tiga partai di atas PKI adalah PNI, Masyumi, dan NU. Akan tetapi, pada saat pemilihan DPRD, PKI naik menjadi peringkat kedua.

Ridwan menjelaskan, dalam kampanyenya itu, PKI melakukan suatu kebohongan kepada masyarakat. Saat itu, mereka berkata kepada masyarakat, PKI itu singkatan dari Partai Kiai Indonesia. Bahkan, mereka berkampanye menggunakan gambus.

"Kampanye mereka pakai gambus waktu itu. Itu sudah melakukan kebohongan-kebohongan di situ. Kampanyenya juga menyerang pribadi, dulu nggak ada aturannya kan. Dia melempar kebohongan-kebohongan," tutur dia.

Kemudian, Ridwan mengatakan, PKI melakukan banyak aksi yang sebetulnya merusak ketentraman kerja di perusahaan-perusahaan swasta. Saat itu, PKI ingin menasionalisasi perusahaan-perusahaan swasta. Padahal, tidak semua perusahan swasta itu milik pemerintah Hindia-Belanda.

"Kan ada aturan hukum untuk mengambil alih. Macam-macam perusahaan itu, didemo terus-menerus membawa kegelisahan. Sejak 1957, dia terus melakukan aksi-aksi demikian hampir setiap hari," kata dia.

Pada 1960, Undang-Undang (UU) Agraria dikeluarkan oleh Presiden Republik Indonesia. Menurut Ridwan, UU tersebut merupakan UU yang bagus. Tapi, dia bingung karena PKI justru menolaknya. Mereka lebih memilih mematok tanah secara sepihak.

Salah satu peristiwa yang ia ingat adalah Peristiwa Bandar Betsi. Peristiwa itu terjadi tahun 1965. Kala itu, menurut Ridwan, terbunuh seorang TNI, Peltu Sudjono karena mencegah usaha PKI merampas tanah di Bandar Betsi.

"Anehnya, mereka tidak mendukung. Dia lebih mau aksi sepihak duduki tanah di mana-mana sampai terjadi bentrokan fisik dan ada korban lah seperti Bandar Betsi di Sumatera Utara. Itu yang mengherankan saya, kok dia nggak mau UU agraria," ungkap dia.

Ridwan mengaku, pada masa itu bisa dibilang mahasiswa yang sedang berada di kampus untuk kuliah merasa tidak nyaman. Itu karena saat itu harus berhadapan terus-menerus dengan PKI. Terutama para anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

"Dia menuntut pembubaran HMI kan. Dengan aksi yang terus menerus hampir setiap hari. Kan mereka pengangguran, siap aksi," kata dia.

Saat itu, Ridwan tergabung ke dalam HMI. Ia juga menceritakan ketidakadilan PKI melalui kelompok-kelompoknya terhadap organisasinya tersebut kala itu. Seperti menahan undangan acara kenegaraan yang seharusnya juga diikuti oleh pihaknya saat itu.

"Kita mengalami bagaimana mereka menguasai Front Pemuda. Itu kan federasi dari seluruh ormas pemuda. Kita selalu nggak dapet undangan kalau ada acara kemerdekaan, sumpah pemuda dan lainnya itu," tutur dia.

Saat itu, HMI merupakan anggota dari Front Pemuda. Namun, Front Pemuda itu, kata dia, dikuasai oleh Pemuda Rakyat. Pemuda Rakyat merupakan kelompok sayap milik PKI.

Menurut Ridwan, pernah ada kegiatan Rapat Raksasa Merebut Irian Barat. Ketika itu, pihaknya tidak mendapatkan undangan untuk kegiatan tersebut. Ia menyebutkan, hal itu dilakukan agar HMI dipandang sebagai organisasi yang kontrarevolusi.

"Kan dulu tuduhannya itu HMI kontrarevolusi, 'liat aja tuh Rapat Raksasa Merebut Irian Barat kagak ngikut'. Padahal mah nggak diundang," tutur dia.

Meski demikian, Ridwan dan beberapa kawannya tetap datang dengan cara menyelusup ke dalam acara-acara tersebut. Seperti contohnya saat diadakan acara Pidato Bung Karno yang diselenggarakan oleh Front Nasional.

"Misal gini, dia kalau ada acara nasional, tau-tau kita muncul padahal sudah dihadang. Kita duduk deket-deket die kelompok PKI, Gerwani segala macem," cerita Ridwan.

Melihat HMI yang sudah dihadang tapi bisa masuk ke acara tersebut, menurut Ridwan, kelompok-kelompok sayap PKI tersebut mulai menyanyikan lagu Nasakom Bersatu Hancurkan Kepala Batu. Tapi, kemudian ia dan teman-temannya membalas lagu tersebut dengan Garuda Pancasila.

"Kan kita dengan cara melewati gerbang baru kita pakai atribut. Baru deh dihajar pakai lagu, ya kita bales dengan Garuda Pancasila,hahahahaha," katanya seraya tertawa.
Budayawan Betawi Ridwan Saidi yang hidup di era Partai Komunis Indonesia (PKI) menyebutkan, partai tersebut mulai gencar melakukan teror sejak 1961 hingga akhirnya mereka di'gulung' oleh rakyat. Karena itu, apabila saat ini PKI betul-betul muncul kembali, hanya ada satu kata. "Lawan!" ungkap pria berusia 75 tahun itu di teras rumahnya kepada Republika.co.id, Kamis (28/9).
Awalnya, tahun 1952 mereka direhabilitasi oleh Soekarno setelah pemberontakan Madiun dengan cara para tokoh PKI diterima menghadap ke Istana. Aidit, Lukman, Tan Ling Djie, mereka diterima oleh Bung Karno," kata dia.

Setelah itu, PKI melakukan persiapan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) pada 1955. Menurut Ridwan, mereka mengerahkan gelandangan pengemis untuk mendukung mereka. PKI memenuhi Jakarta dengan yang Ridwan sebut gembel.

"Penuh Jakarta itu dengan gembel, dan mereka diproses oleh jaringan PKI di kelurahan untuk mendapatkan KTP. Sehingga, hasil Pemilu itu, PKI menduduki posisi keempat untuk pemilihan anggota DPR," ungkap Ridwan.

Pada Pemilu 1955 tersebut, tiga partai di atas PKI adalah PNI, Masyumi, dan NU. Akan tetapi, pada saat pemilihan DPRD, PKI naik menjadi peringkat kedua.

Ridwan menjelaskan, dalam kampanyenya itu, PKI melakukan suatu kebohongan kepada masyarakat. Saat itu, mereka berkata kepada masyarakat, PKI itu singkatan dari Partai Kiai Indonesia. Bahkan, mereka berkampanye menggunakan gambus.

"Kampanye mereka pakai gambus waktu itu. Itu sudah melakukan kebohongan-kebohongan di situ. Kampanyenya juga menyerang pribadi, dulu nggak ada aturannya kan. Dia melempar kebohongan-kebohongan," tutur dia.

Kemudian, Ridwan mengatakan, PKI melakukan banyak aksi yang sebetulnya merusak ketentraman kerja di perusahaan-perusahaan swasta. Saat itu, PKI ingin menasionalisasi perusahaan-perusahaan swasta. Padahal, tidak semua perusahan swasta itu milik pemerintah Hindia-Belanda.

"Kan ada aturan hukum untuk mengambil alih. Macam-macam perusahaan itu, didemo terus-menerus membawa kegelisahan. Sejak 1957, dia terus melakukan aksi-aksi demikian hampir setiap hari," kata dia.

Pada 1960, Undang-Undang (UU) Agraria dikeluarkan oleh Presiden Republik Indonesia. Menurut Ridwan, UU tersebut merupakan UU yang bagus. Tapi, dia bingung karena PKI justru menolaknya. Mereka lebih memilih mematok tanah secara sepihak.

Salah satu peristiwa yang ia ingat adalah Peristiwa Bandar Betsi. Peristiwa itu terjadi tahun 1965. Kala itu, menurut Ridwan, terbunuh seorang TNI, Peltu Sudjono karena mencegah usaha PKI merampas tanah di Bandar Betsi.

"Anehnya, mereka tidak mendukung. Dia lebih mau aksi sepihak duduki tanah di mana-mana sampai terjadi bentrokan fisik dan ada korban lah seperti Bandar Betsi di Sumatera Utara. Itu yang mengherankan saya, kok dia nggak mau UU agraria," ungkap dia.

Ridwan mengaku, pada masa itu bisa dibilang mahasiswa yang sedang berada di kampus untuk kuliah merasa tidak nyaman. Itu karena saat itu harus berhadapan terus-menerus dengan PKI. Terutama para anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

"Dia menuntut pembubaran HMI kan. Dengan aksi yang terus menerus hampir setiap hari. Kan mereka pengangguran, siap aksi," kata dia.

Saat itu, Ridwan tergabung ke dalam HMI. Ia juga menceritakan ketidakadilan PKI melalui kelompok-kelompoknya terhadap organisasinya tersebut kala itu. Seperti menahan undangan acara kenegaraan yang seharusnya juga diikuti oleh pihaknya saat itu.

"Kita mengalami bagaimana mereka menguasai Front Pemuda. Itu kan federasi dari seluruh ormas pemuda. Kita selalu nggak dapet undangan kalau ada acara kemerdekaan, sumpah pemuda dan lainnya itu," tutur dia.

Saat itu, HMI merupakan anggota dari Front Pemuda. Namun, Front Pemuda itu, kata dia, dikuasai oleh Pemuda Rakyat. Pemuda Rakyat merupakan kelompok sayap milik PKI.

Menurut Ridwan, pernah ada kegiatan Rapat Raksasa Merebut Irian Barat. Ketika itu, pihaknya tidak mendapatkan undangan untuk kegiatan tersebut. Ia menyebutkan, hal itu dilakukan agar HMI dipandang sebagai organisasi yang kontrarevolusi.

"Kan dulu tuduhannya itu HMI kontrarevolusi, 'liat aja tuh Rapat Raksasa Merebut Irian Barat kagak ngikut'. Padahal mah nggak diundang," tutur dia.

Meski demikian, Ridwan dan beberapa kawannya tetap datang dengan cara menyelusup ke dalam acara-acara tersebut. Seperti contohnya saat diadakan acara Pidato Bung Karno yang diselenggarakan oleh Front Nasional.

"Misal gini, dia kalau ada acara nasional, tau-tau kita muncul padahal sudah dihadang. Kita duduk deket-deket die kelompok PKI, Gerwani segala macem," cerita Ridwan.

Melihat HMI yang sudah dihadang tapi bisa masuk ke acara tersebut, menurut Ridwan, kelompok-kelompok sayap PKI tersebut mulai menyanyikan lagu Nasakom Bersatu Hancurkan Kepala Batu. Tapi, kemudian ia dan teman-temannya membalas lagu tersebut dengan Garuda Pancasila.

"Kan kita dengan cara melewati gerbang baru kita pakai atribut. Baru deh dihajar pakai lagu, ya kita bales dengan Garuda Pancasila,hahahahaha," katanya seraya tertawa.
HOME | ABOUT ME | PEDOMAN MEDIA SIBER
COPYRIGHT 2017 - BAROMET.INFO - PORTAL BERITA TERKINI