Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Sri Padmi
Pamer adalah sifat yang paling membuat orang lain sebal. Mengunggulkan kelebihan diri sendiri itu hal yang wajar jika dilakukan sesuai porsinya. Namun jika kamu berlebihan, sifat ini menjadi salah satu sifat negatif yang membuat orang lain jengah padamu.

Yuk, refleksi diri sendiri! 7 tanda di bawah ini menunjukkan kamu pribadi yang suka pamer.

1. Gak mau kalah ketika teman menceritakan keunggulannya
Ini salah satu sifat yang menunjukkan kalau kamu itu suka pamer. Kamu gak mau kalah ketika teman lain sedang pamer keunggulan. Kamu merasa bahwa kamu juga harus menunjukkan kelebihan dirimu. Sayangnya, hal ini terjadi terlalu sering sehingga membuat banyak orang lelah mendengarkan.

2. Selalu bercerita ke orang lain tiap hal baik yang terjadi di hidupmu
Kamu merasa bahwa orang lain juga harus jadi saksi akan hal baik yang pernah terjadi di hidupmu. Jadinya, kamu gak pernah absen untuk menceritakan hal-hal ini ke mereka. Sayangnya kamu gak cukup sadar bahwa ada cerita yang sebaiknya di simpan sendiri saja.

3.Sebenarnya tujuanmu mengeluh adalah supaya orang lain tahu tentang kelebihanmu
Terkadang kamu memang mengeluh, namun gak benar-benar mengeluh. Kamu sengaja mengeluh supaya orang lain justru tahu kelebihan yang kamu punya. Coba refleksi diri sendiri, sudah berapa kali kamu mengeluh dengan maksud tersembunyi?

4. Ketika diberi hadiah atau barang berharga, kamu selalu gatal untuk menceritakan ke orang lain atau minimal mengunggahnya ke medsos
Diberi hadiah atau barang berharga selalu memantikmu untuk bercerita ke orang lain. Kamu merasa bahwa dunia harus tahu apa saja hal baik yang sudah kamu terima. Minimal kamu bakal mengunggah hal ini ke media sosial.

5. Tanpa sadar selalu mengulang cerita tentang hal baik di hidupmu dan membuat orang lain jengah
Menceritakan hal baik tentang diri sendiri tentu sah-sah saja jika tidak berlebihan. Namun jika kamu terlalu sering mengulang cerita baikmu ini, kamu harus waspada. Sikap ini bisa menandakan bahwa kamu memang orang yang suka pamer dan haus pengakuan dari orang lain.

6. Ada rasa menang dan puas yang didapatkan setelah kamu pamer pada orang lain
Kamu selalu merasa puas setelah berhasil pamer sesuatu ke orang lain. Kamu merasa kamu adalah pemenang dan lebih hebat dari orang lain. Sayangnya, rasa puas ini ibarat candu yang membuatmu ingin merasakannya lagi dan lagi. Gak heran kamu jadi keterusan untuk pamer.

7. Orang lain sering gak respek dengan ceritamu, ini tanda mereka benar-benar sudah muak
Tanda ini bisa dilihat dari bagaimana orang-orang terdekatmu bersikap. Ketika mereka langsung mengalihkan pembicaraan ketika kamu bercerita atau malah langsung diam, ini tandanya mereka sudah benar-benar muak dan gak tahan dengan sikapmu yang suka pamer.

Ada berapa tanda yang kamu rasakan nih? Mulai sekarang stop pamer ya, lagi pula gak ada manfaat yang bakal didapat kok dari sikap ini.

Jumat, 02 Maret 2018

[left_sidebar]
Pegiat media sosial Mustofa B Nahrawardaya menyampaikan sejumlah pesan kepada para pengguna medsos, khususnya umat Islam untuk menghindari jebakan Batman di jejaring sosial.

Pesan ini ia sampaikan terkait dengan maraknya jebakan info di WhatsApp (WA), maupun di medsos lain yang kata dia banyak menelan korban dari umat Islam yang memang golongan paling banyak menggunakan gawai.

Pesan ini ia sampaikan terkait dengan maraknya jebakan info di WhatsApp (WA), maupun di medsos lain yang kata dia banyak menelan korban dari umat Islam yang memang golongan paling banyak menggunakan gawai. 

“Untuk menghindari Bapak/Ibu/saudara dan anak-anak kita agar tidak masuk penjara, maka saya sarankan hal-penting sebagai berikut: Pertama, segeralah keluar grup jika tiba-tiba ada undangan atau invite atau secara tidak sadar nomor anda telah masuk dalam Grup WA yang tidak anda kenal. Anda jangan justru merasa terhormat hanya karena banyak diundang ke Grup WA oleh orang yang tidak dikenal. Sudah banyak yang jadi korban dari jebakan ini. Waspadalah!” ungkap Mustofa kepada Hidayatullah di Jakarta dalam wawancara panjang semalam, Kamis (01/02/2018).


Kedua, pesan Mustofa, jangan mudah menyebar meme, link berita, capture berita, gambar lucu, broadcast, maupun link internet, dan bentuk-bentuk informasi yang diterima pengguna medsos.

“Jika anda menerima materi-materi yang tidak anda ketahui kebenaran/fakta dari sumber asal aslinya, sebaiknya hentikan di tangan anda. Jangan disebarkan. Sudah banyak korban dari jebakan model ini. Waspadalah!” imbau anggota Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah ini.

Ketiga, lakukan tabayyun atau klarifikasi kepada para pengirim informasi, sekalipun yang mengirim adalah orang dekat: anak, isteri, suami, paman, teman kantor, teman Grup WA, teman organisasi, atau teman seprofesi.

“Mulai ada modus misterius: ‘Tiba-tiba nama kita di Grup WA tidak berubah, namun nomor HP kita telah berganti dengan nomor HP misterius’. Waspadalah!” imbaunya.

Kemudian, para pengguna medsos diwanti-wanti, jangan mudah mengunggah meme, linkberita, capture berita, gambar lucu, broadcast, maupun link internet, dan bentuk-bentuk informasi lain yang diterima di ponsel, ke dalam Grup WA, jika pengguna medsos tersebut tidak yakin kebenaran dan kemanfaatan info tersebut.

“Kecerobohan anda, dapat menjerumuskan anggota yang lain, dan sangat berpotensi menyebabkan teman-teman anda masuk penjara. Waspadalah!” seru Mustofa yang aktif bermedsos lewat akun Twitternya @NetizenTofa.

“Kini,” pesan kelima Mustofa, “berhentilah memakai Grup WA atau media sosial, jika anda sama sekali tidak paham bahwa sekarang banyak jebakan misterius yang ada di Grup WA maupun media sosial lainnya, khususnya menjelang tahun pesta demokrasi. (Hi)


Sumber ; eramuslim.com

Jumat, 05 Januari 2018

Salah satu faktor penting dalam kehidupan manusia adalah percaya diri, bahkan hampir semua orang yang kita anggap sukses pasti mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Bill Gates, Steve Jobs, Jack Ma, Elon Musk, dan lain sebagainya adalah orang yang percaya diri.

Menurut saya ada beberapa cara agar kita selalu percaya diri

1. Selalu yakin kepada Tuhan
Sepakati dahulu bahwa semua yang di langit dan di bumi adalah ciptaan Tuhan, semua diatur Tuhan sebagai pemiliknya. Setelah kita yakin atau beriman, maka tidak ada lagi alasan untuk tidak percaya diri (minder, takut, dsb), sebab orang lain yang kita anggap ”lebih” dari kita sebenarnya sedang menjalani takdir yang ditetapkan Tuhan, bukan semata-mata hanya hasil usaha dirinya saja. Sehingga kita akan memperlakukan semua orang dengan rasa hormat tanpa membeda-bedakan berdasarkan keadaannya.

2. Selalu berdoa
Dengan berdoa kita akan yakin segala sesuatu akan diatur Tuhan sebaik mungkin untuk diri kita. Tidak akan ada lagi rasa takut salah, takut malu, takut gagal, takut tidak bisa dalam mengambil suatu kesempatan dan keputusan. Kalaupun hasilnya tidak sesuai keinginan maka tetap berpikiran bahwa memang itu adalah yang terbaik menurut Tuhan. Tetap tenang, Tuhan tidak akan jahat terhadap hambanya.

3. Selalu meningkatkan kemampuan diri
Belajar itu wajib dan tidak ada kata berakhir, setiap manusia harus selalu belajar sampai akhir hayatnya. Perbanyak membaca, silaturahmi, diskusi, perluas pergaulan, tambah wawasan tentang apapun yang pastinya akan berguna dikehidupan kita. Dengan begitu kita akan selalu siap dan mantap dalam menghadapi apapun dan siapapun, sehingga kesempatan atau ujian dalam hidup kita tidak akan terlewatkan dengan sia-sia sedikitpun.

4. Selalu menjaga sikap dan penampilan
Ada anekdot orang Bandung,”Nu penting mah gaya…!!!” Terlepas dari benar atau tidaknya, mari kita ambil positifnya saja. Cara berpakaian yang baik dan gestur tubuh yang baik akan membuat kita merasa nyaman dan orang lain pun akan merasa nyaman terhadap kita sehingga komunikasipun akan lancar. Usahakanlah untuk selalu berpakaian rapi, pas, dan pantas sesuai dengan keadaan lingkungan. Berjalan agak cepat (tapi tidak terburu-buru), tegap, dengan kepala tegak akan memperlihatkan rasa percaya diri tinggi dibandingkan dengan berjalan loyo, bungkuk, dan tertunduk. Biasakan pula duduk dengan tegak, akan memperlancar pernafasan dan pastinya makin banyak oksigen ke otak maka tubuh kita makin segar dan bersemangat. Berbicara pun harus selalu jelas dengan nada dan intonasi yang baik, pastikan lawan bicara dapat mendengarnya dengan sempurna. Selalu memakai wewangian yang cukup serta senyuman akan menambah rasa percaya diri kita.


Semoga berguna dan bisa membuat kita selalu percaya diri kapanpun dan dimanapun. aamiin..
ilustrasi
Kebanyakan dari kita hanya jalani saja hidup ini, syukur-syukur kalau sesuai dengan keinginan, kalaupun engga, paling cari pembenaran bahwaa semua sudah Takdir. Yang bikin konyol adalah apabila keinginan dan kenyataan tidak sinkron dikarenakan tidak jelasnya apa yang kita inginkan.

Pertanyaan sederhana, ingin seperti apakah hidup kita 5, 10, atau 15 tahun yang akan datang? Berbahagialah orang yang bisa dengan cepat, tegas dan jelas dalam menjawabnya, berarti orang tersebut sudah tahu arah hidupnya dan fokus untuk mendapatkannya. Hal ini sangat penting untuk diketahui, karena akan membantu keputusan-keputusan penting yang harus diambil dalam kehidupan. Contoh, apabila anda ingin menjadi seorang pengacara pasti akan mengambil pendidikan dibidang hukum dan tidak akan mengambil jurusan medis.

Ketidakmampuan dalam mengetahui apa yang sebenarnya menjadi keinginan kita bisa jadi akan membuat kita terjebak keadaan sekarang dan menjalani hidup dengan penuh keterpaksaan kemudian ujung-ujungnya takdir lagi yang disalahin. Ini sering sekali terjadi pada kita, di mana kita menjalani hidup sebagaimana standar umum yang ditetapkan masyarakat sekitar kita.
  • Kita memilih karir yang dianggap keren oleh orang lain.
  • Kita mengambil keputusan seperti yang biasa diambil orang lain.
  • Kita menginginkan suatu hal atau barang, karena kebanyakan orang juga menginginkan itu.
  • Kita menentukan definisi, standar dan ukuran kebahagiaan hidup sebagaimana kita lihat pada hidup orang-orang lain.
  • Kalau semua orang kaya punya mobil, kita merasa hidup kita belum lengkap kalau belum memilikinya.
  • Cari pasangan seperti pasangan orang lain
  • Dan sebagainya, yang intinya adalah hidup menggunakan standar orang lain.

 Sebenarnya tidak masalah menggunakan standar orang lain, tapi bila memang itu juga yang kita inginkan. Yang menjadi masalah adalah kalau cuma sekedar ikut-ikutan mengikuti saja apa yang sedang populer di sekitar kita. Hal mengakibatkan kita tidak merasakan kepuasan hidup yang sesungguhnya karena hidup yang kita jalani bukanlah tujuan hidup kita sendiri yang benar-benar kita inginkan/impikan.

Mungkin cara berikut ini bisa membuat kita benar-benar mengetahui apa yang kita inginkan:

1. Perluas wawasan dan ilmu
Selalu banyak cara untuk belajar dan menambah ilmu, bisa dengan membaca, bertanya, atau bergaul dengan komunitas baru yang memberdayakan. Hal ini penting untuk memperkuat atau bahkan menemukan belief (sesuatu yang kita anggap benar) kita yang baru sehingga kita dapat menentukan value (sesuatu yang kita anggap penting atau berharga) dari diri kita yang akan menjadi patokan dalam menentukan keinginan kita.

2. Sediakan waktu khusus untuk merenung / evaluasi diri
Me time, ya itulah istilah jaman sekarang. Bukan sekedar untuk menghilangkan kepenatan tapi juga sebagai sarana untuk mengevaluasi kembali belief dari diri kita apakah selaras dengan value hidup kita. Contohnya belief seorang perempuan adalah cowok ganteng itu playboy, tapi dia menganggap kalau punya pasangan harus ganteng biar gak malu-maluin. Hal tersebut tidak selaras, karena pikiran bawah sadarnya akan menolak dan secara otomatis memerintahkan tubuh untuk waspada terhadap cowok ganteng, bisa berupa grogi, gugup, kikuk, judes, dll, yang penting gimana caranya agar menjauh. Dengan merenung / evaluasi diri diharapkan kita akan bisa memilah lagi mana belief yang harus dirubah atau harus ditambah sesuai dengan value kita.

3. Tuliskan sebanyak-banyaknya keinginan kita
Dengan melakukan hal tersebut, maka otak kita akan dilatih untuk bisa mengetahui keinginan kita. Mungkin awalnya sulit, untuk menulis 10 keinginan saja memerlukan banyak waktu, hal ini dikarenakan otak kita tidak terbiasa untuk menginginkan sesuatu. Makin banyak yang diinginkan akan makin bergairah hidup kita untuk mewujudkannya.

4. Jangan batasi pikiran kita
Berpikir dan bermimpi besar, jangan terlalu merendahkan diri dengan berpikir sempit. Ingat cara kerja otak itu 20% dalam keadaan sadar dan 80% dalam keadaan bawah sadar. Semakin sering kita berpikir besar maka pikiran bawah sadar kita akan terbiasa untuk mendorong kita melakukan hal-hal yang besar pula.

5. Skala keinginan
Setelah kita menuliskan keinginan kita tersebut, maka sekarang saatnya memilah dan menjadikannya dalam satu kesatuan periode tertentu. Manusia diberikan otak kiri yang berfikir secara logis, maka buatlah time frame untuk keinginan-keinginan kita tersebut. Logisnya dalam waktu berapa lama keinginan kita itu dapat terwujud? Jadikan keinginan-keinginan tersebut target jangka pendek, menengah, dan panjang. Selain itu, kita juga diberikan akal untuk bisa membedakan mana yang baik (sesuai dengan apa yang kita butuhkan) dan mana yang jelek (hanya nafsu dan sebenarnya tidak dibutuhkan), sehingga kita bisa mengeliminir keinginan jelek (destruktif) kita.

Semoga dengan selalu berlatih seperti langkah-langkah diatas, kita bisa benar-benar tau apa yang kita inginkan sehingga hidup ini akan menjadi lebih bermakna dan membahagiakan. Karena menentukan tujuan adalah langkah awal meraih keberhasilan.



Dalam menjalani hidup pasti akan terjadi hal-hal diluar keinginan kita, namun hal itu jangan sampai membuat kita menjadi putus asa. Hanya orang-orang yang bermental kuat yang akan terus maju mencapai tujuan hidupnya. Hanya orang-orang yang bermental kuat saja yang akan sukses, bermanfaat, dan bisa mengubah dunia menjadi lebih baik. Menurut Amy Morin, ada beberapa ciri orang yang mempunyai mental yang kuat, yaitu:

1. Orang bermental kuat tidak mengasihani diri sendiri
Alih-alih meratapi dan mengasihani diri sendiri, orang yang bermental kuat tidak akan larut dalam kesedihan dan penderitaan. Mereka mensyukuri atas apa yang mereka punya kemudian tetap berfikiran dan bertindak proaktif secara positif untuk kehidupannya.

2. Orang bermental kuat tidak khawatir akan hal yang diluar kendalinya
Tetap melakukan yang terbaik untuk hal yang bisa mereka kendalikan, tanpa takut terhadap hal yang tidak bisa mereka kendalikan. Maksudnya adalah, mereka tidak fokus terhadap faktor eksternal, namun fokus terhadap faktor internal mereka.

3. Orang bermental kuat tidak takut akan perubahan
Mengharapkan hasil yang lebih baik namun tetap melakukan hal seperti biasanya adalah kebodohan. Setiap orang harus berubah untuk terus tumbuh dan menjadi lebih baik lagi, hal ini merupakan keniscayaan. Ada beberapa tahap yang harus dilalui agar perubahan tersebut efektif, yaitu pra-kontemplasi, kontemplasi, persiapan, tindakan, dan pemeliharaan.

4. Orang bermental kuat tidak takut mengambil resiko yang terukur
Keberanian mengambil resiko adalah hal yang baik, asal resiko itu terukur dan bisa diantisipasi. Pengambilan resiko yang sembrono tanpa ada dasar yang jelas bukanlah ciri orang yang bermental kuat. Mereka menghabiskan waktu untuk menimbang resiko dan manfaat sebelum mengambil keputusan.

5. Orang bermental kuat tidak perlu untuk menyenangkan semua orang
Adalah hal yang wajar apabila ada yang pro dan kontra terhadap keputusan yang kita ambil, orang yang bermental kuat tidak khawatir ada orang yang tidak suka padanya gara-gara keputusan yang mereka ambil, selama keputusan itu lebih banyak manfaatnya bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.

6. Orang bermental kuat tidak terpaku akan masa lalu
Meratapi masa lalu, berandai-andai bisa merubah keputusan yang telah dibuat adalah ciri orang yang bermental lemah. Move on, jalani hari ini sebaik mungkin, prepare untuk hari esok yang lebih baik adalah hal logis terbaik yang bisa kita lakukan.

7. Orang bermental kuat tidak akan mengabaikan kesalahan yang diperbuat
Mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahan yang memang kita buat kemudian mempelajari apa yang salah, apa yang bisa kita lakukan dengan lebih baik, dan bagaimana melakukannya di kesempatan lain, itulah orang yang bermental kuat. Tidak pernah cari alasan atau pembelaan diri secara berlebihan.

8. Orang bermental kuat tidak akan menyerah terhadap kegagalan
Semua keberhasilan pasti ada tahapnya, sangat jarang sekali sukses engan instant. Setiap kegagalan yang terjadi menjadikan motivasi untuk berbuat lebih baik lagi. Thomas Alfa Edison, gagal 9998 kali sebelum menemukan lampu pijar. Untung dia merupakan orang yang bermental kuat, sehingga dunia sekarang bisa merasakan manfaat atas temuannya yang sangat luar biasa itu.

9. Orang bermental kuat tidak takut dalam kesendirian
Tidak tergantung kepada orang lain adalah salah satu ciri berikutnya dari orang yang mempunyai mental kuat. Mereka adalah mahluk social yang memang butuh orang lain, namun itu tidak menjadikan dirinya lemah dengan bergantung kepada orang lain, tidak juga menjadikannya egois dengan tidak memikirkan orang lain. Namun terkadang ada saat kita hanya tergantung kepada diri kita dalam menghadapi berbagai situasi, dan orang yang bermental kuat dapat melaluinya dengan baik.

10. Orang bermental kuat tidak mengharapkan hasil yang instan
Mereka tahu, bahwa perubahan yang efektif dan bertahan lama memerlukan waktu dan proses. Mereka sabar, cepat namun tidak tergesa-gesa, dan sangat memperhitungkan resiko sebelum mengambil keputusan. Terkadang serba instan itu baik, namun efeknya hanya jangka pendek dan masih menyisakan masalah untuk jangka panjang.

11. Orang bermental kuat tidak merasa dunia berhutang kepadanya
Mereka terlahir dengan mentalitas yang beranggapan bahwa orang lain tidak perlu membantu dirinya dalam segala hal, karena orang lain memang tidak berhutang apa-apa kepadanya. Mereka tidak pernah berharap dibantu orang lain, dan akan berterima kasih kalau memang ada yang bisa membantunya.

12. Orang bermental kuat tidak pernah iri dengan keberhasilan orang lain
Mereka menghargai dan merayakan keberhasilan orang lain dalam hidup. Mereka tidak cemburu atau merasa dicurangi ketika orang lain mengungguli mereka karena tahu bahwa keberhasilan datang dengan kerja keras, dan mereka bersedia bekerja keras untuk meraih suksesnya sendiri.

13. Orang bermental kuat tidak memberikan kekuasaan atas diri mereka kepada orang lain
Mereka proaktif dan tidak membiarkan orang lain mengendalikan hidupnya, apalagi sampai keluar dari tujuan hidupnya. Mereka mempunyai tujuan hidup yang jelas dan tahu benar apa yang harus mereka lakukan. Walaupun begitu, semua saran dan kritik dari juga tetap menjadi pertimbangan.

Semoga kita bisa belajar menjadi manusia yang memiliki mental yang kuat sehingga bisa mencapai semua mimpi dan tujuan hidup kita.


HOME | ABOUT ME | PEDOMAN MEDIA SIBER
COPYRIGHT 2017 - BAROMET.INFO - PORTAL BERITA TERKINI