
Baromet.info – Wakapolri Komjen Syafruddin memerintahkan kepada jajaran Polri agar tidak lagi menyebut kata “Muslim Cyber Army” dalam menyampaikan pendapatnya terkait terbongkarnya kasus ujaran kebencian dan hoaks yang ditangani Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
“Saya perintahkan jajaran Polri untuk jangan lagi menyebut Muslim Cyber Army, itu no,” ujar Wakapolri seperti dikutip dari Republika, Jumat (8/3/2018).
Sebagai seorang Muslim, Wakapolri merasa tersinggung jika kalimat “Muslim Cyber Army” terus dikembangkan. Penyebar hoaks, kata Wapolri, tidak mencerminkan umat Islam. Islam sangat melarang menyebarkan informasi bohong dan fitnah.
Maka dari itu, dia meminta jajarannya terus membongkar kasus dugaan penyebaran fitnah dan hoaks.
“Kan sudah kami bongkar dan akan terus dibongkar (The Family MCA),” tukasnya.
Selain itu, Wakapolri juga meminta kepada media massa baik elektronik, cetak dan online tidak menggunakan kalimat “Muslim Cyber Army”.
Sebagai seorang muslim, Wakapolri merasa dirinya tersinggung ketika media massa mencantumkan judul berita dengan kalimat muslim yang dianggap penyebar hoaks.
“Kita bongkar dan akan terus dibongkar. Saya pesankan kepada media tidak lagi membuat judulnya Muslim, saya tersinggung sebagai Muslim,” katanya. (PN).
