Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang
mengatakan, pihaknya bakal mendeklrasikan Tommy Soeharto menjadi capres
di 2019.
"Iya benar itu dari internal kita (ingin mendeklarasikan Tommy Soeharto menjadi capres), semua sudah sepakat," ujar Badaruddin saat dihubungi, Jumat (9/3).
Politisi yang akrab disapa Badar ini, mengaku sadar diri Partai Berkarya tidak bisa mengusung Tommy Soeharto di Pilpres 2019 mendatang. Karena merupakan partai baru.
Namun, Badar mengakui, Partainya akan merayu partai-partai lain untuk sama-sama mau mengusung Tommy Soeharto.
"Nanti ada komunikasi politik dengan partai-partai yang memenuhi syarat untuk mengusung Pak Tommy," katanya.
Badar menuturkan, alasan Partai Berkarya untuk mendukung Tommy Soeharto karena dia salah satu putra terbaik bangsa. Sehingga cocok untuk bisa memimpin Indonesia.
"Dia ini kan titisan Pak Soeharto, banyak masyarakat yang merindukan nuansa pembangunan ekonomi di era Pak Harto, dan figur Pak Tommy ada di situ," katanya.
Badar juga menambahkan, pihaknya akan menyelenggarakan rapat pimpinan nasional (rapimnas) pada 11 Maret 2018 mendatang. Salah satunya Tommy Soeharto yang akan dikukuhkan sebagai Ketua Umum menggantikan Neneng A Tutty.
"Jadi pengukuhan Pak Tommy sebagai ketua umum sekaligus rekomendasi itu pencalonan Pak Tommy," pungkasnya.
Partai Berkarya, diketahui berdiri pada tanggal 15 Juli 2016. Partai politik ini merupakan gabungan dari dua partai politik. Mereka adalah Partai Beringin Karya dan Partai Nasional Republik.
Di tahun 2016 itu juga Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly menetapkan legitimasi hukum. Dengan demikian Partai Berkarya sah sebagai partai politik.
Partai Berkarya ini memiliki fokus kegiatan pengabdian dan perjuangan politik. Seperti memberikan bantuan kepada petani, nelayan, hingga usaha kecil dan menengah.
Partai ini juga mirip dengan Partai Golkar, lantaran menggunakan logo pohon beringin dan warna kuning.
"Iya benar itu dari internal kita (ingin mendeklarasikan Tommy Soeharto menjadi capres), semua sudah sepakat," ujar Badaruddin saat dihubungi, Jumat (9/3).
Politisi yang akrab disapa Badar ini, mengaku sadar diri Partai Berkarya tidak bisa mengusung Tommy Soeharto di Pilpres 2019 mendatang. Karena merupakan partai baru.
Namun, Badar mengakui, Partainya akan merayu partai-partai lain untuk sama-sama mau mengusung Tommy Soeharto.
"Nanti ada komunikasi politik dengan partai-partai yang memenuhi syarat untuk mengusung Pak Tommy," katanya.
Badar menuturkan, alasan Partai Berkarya untuk mendukung Tommy Soeharto karena dia salah satu putra terbaik bangsa. Sehingga cocok untuk bisa memimpin Indonesia.
"Dia ini kan titisan Pak Soeharto, banyak masyarakat yang merindukan nuansa pembangunan ekonomi di era Pak Harto, dan figur Pak Tommy ada di situ," katanya.
Badar juga menambahkan, pihaknya akan menyelenggarakan rapat pimpinan nasional (rapimnas) pada 11 Maret 2018 mendatang. Salah satunya Tommy Soeharto yang akan dikukuhkan sebagai Ketua Umum menggantikan Neneng A Tutty.
"Jadi pengukuhan Pak Tommy sebagai ketua umum sekaligus rekomendasi itu pencalonan Pak Tommy," pungkasnya.
Partai Berkarya, diketahui berdiri pada tanggal 15 Juli 2016. Partai politik ini merupakan gabungan dari dua partai politik. Mereka adalah Partai Beringin Karya dan Partai Nasional Republik.
Di tahun 2016 itu juga Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly menetapkan legitimasi hukum. Dengan demikian Partai Berkarya sah sebagai partai politik.
Partai Berkarya ini memiliki fokus kegiatan pengabdian dan perjuangan politik. Seperti memberikan bantuan kepada petani, nelayan, hingga usaha kecil dan menengah.
Partai ini juga mirip dengan Partai Golkar, lantaran menggunakan logo pohon beringin dan warna kuning.

